Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi diabetes melitus

Ilustrasi diabetes melitus

Diabetes Faktor Risiko Tertinggi ke-2 Penularan Covid-19

Jumat, 7 Agustus 2020 | 12:20 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Covid-19 dapat menyerang hampir seluruh kalangan usia. Namun, data menunjukkan bahwa kelompok usia lanjut dan orang yang mempunyai riwayat penyakit kronis (komorbid) memiliki risiko terkena lebih sering dan dengan komplikasi yang lebih buruk dari penyakit ini.

Riwayat penyakit kronis yang dimaksud antara lain adalah hipertensi, diabetes melitus, penyakit kardiovaskuler, dan penyakit paru kronis.

Prof Dr dr Ketut Suastika SpPD-KEMD selaku Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PB Perkeni) mengatakan diabetes, merupakan penyakit penyerta atau komordibitas kedua yang tersering ditemukan, sekitar 8% kasus setelah hipertensi dan dengan angka kematian tiga kali lipat lebih tinggi dibandingkan penderita secara umum, yaitu 7,3% berbanding 2,3%.

Oleh karena itu, penting untuk menyampaikan pedoman dan rekomendasi kepada pasien diabetes serta seluruh petugas medis terutama dokter, antara lain dokter umum dan dokter spesialis penyakit dalam yang melayani pasien agar dapat memberikan pelayanan terbaik selama pandemi ini.

“Rekomendasi khusus untuk penyandang diabetes di masa pandemi mulai dari setiap pasien harus rajin memonitor gula darah, sering mencuci tangan, menjaga pola makan yang sehat dan teratur, mengonsumsi obat secara rutin baik oral maupun injeksi,” ungkapnya di sela konferensi pers virtual Sanofi dengan tema 'Peluncuran Inovasi dan Transformasi Penanganan Diabetes Secara Individual Selama Pandemi Covid-19', Jumat (7/8).

Menurut Prof Suastika, penting sekali penyandang diabetes untuk berdiskusi dengan dokternya agar dapat mengevaluasi pilihan pengobatan yang tepat selama masa pandemi bagi masing-masing individu, agar mencapai pengendalian gula darah yang baik dan imunitas tubuh tetap terjaga.

“Selain itu, untuk perawatan diabetes yang lebih baik di era new normal, terapi inovatif dan individual dibutuhkan oleh para penyandang,” paparnya.

Sementara itu, dr Mary Josephine selaku Head of Medical Sanofi Indonesia menambahkan pihaknya memahami bahwa setiap orang itu unik dan memiliki pola hidup yang berbeda antara satu dan lain.

Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen dalam menyediakan inovasi pengobatan untuk perawatan diabetes yang lebih baik bagi para penyandang diabetes melalui terapi kombinasi yang dapat mengontrol gula darah puasa (FPG) dan sesudah makan (PPG).

Selain itu, upaya edukasi yang berkesinambungan telah dilakukan untuk memastikan bahwa penyandang diabetes, dokter, petugas kesehatan, fasilitas kesehatan. 

“Hal ini agar semua pihak mendapatkan informasi yang tepat dalam manajemen diabetes melalui berbagai program advokasi digital,” tutupnya.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN