Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Waspada dampak penggunaan gawai berlebihan pada anak

Waspada dampak penggunaan gawai berlebihan pada anak

Pentingnya Anak Belajar Daring Tanpa Kecanduan Gawai

Kamis, 6 Agustus 2020 | 13:56 WIB
Mardiana Makmun (mardiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Pandemi Covid-19 membuat sekolah terpaksa melakukan proses belajar mengajar secara daring. Kondisi ini membuat anak-anak menjadi lebih sering menggunakan gawai. Padahal, sebelum ada pandemi, banyak orang tua kewalahan membatasi anaknya bermain dengan gawai.

“Sebenarnya, anak-anak tidak boleh berturut-turut menggunakan gawai lebih dari dua jam. Anak butuh bermain berinteraksi dengan teman-temannya dan istirahat atau tidur cukup supaya tumbuh dan berkembang secara optimal,” tegas Psikolog peminatan perkembangan anak dan remaja Irma Dianita, S.Psi, M.Psi dalam diskusi bertema The Rise of Digital Parenting yang digelar EF English First Indonesia, Kamis (6/8/2020).

Irma pun memberikan trik apa yang harus dilakukan orang tua pada masa serba virtual ini. Menurut dia, harus ada kolaborasi antara anak dan orang tua dalam penggunaan gawai. “Orang tua harus mengarahkan dan membimbing anak saat menggunakan gawai. Karena itu, sebelumnya, orang tua jangan menolak dulu, tapi mempelajari dan melakukan sesuatu untuk minimalisasi keburukan teknologi gawai tersebut,” jelas Irma.

Selain itu, lanjut Irma, membuat kesepakatan dengan anak untuk durasi pemakaian gawai. Kemudian, menentukan kapan anak boleh menggunakan gawai dan jangan menganggu waktu tidur dan kegiatan gerak fisik anak.

“Dalam sehari, anak butuh bergerak dan berinteraksi dengan orang tua dan teman mainnya itu minimal tiga jam. Jika kesepakatan ini diambil di awal, ini akan lebih mudah dan tak menguras energi orang tua yang kecewa karena anaknya susah diatur dan terlalu banyak menggunakan gawai,” ujar Irma.

Irma juga mengatakan, sebenarnya belajar online tidak harus terus-menerus mata menatap gawai. “Guru bisa memberikan tugas prakarya untuk anak-anak,” saran Irma.

Trik ini juga dilakukan Regional Director EF English First Indonesia Elizabeth Maria terhadap anaknya. “Saya sangat tegas pada anak-anak. Ketika mereka istirahat belajar, mereka harus melepas gawainya untuk istirahat, makan camilan, dan minum,” ungkap Elizabeth.

Untuk mendisplinkan anak benar-benar memanfaatkan waktu belajar, Elizabeth meminta anak-anak tetap menggunakan seragam sekolah walaupun belajar daring di rumah.

Academic & Operational Director EF English First Indonesia Chris Lloyd mengungkapkan, belajar daring seharusnya dibuat secara interaktif. “Di EF, sebelum pandemi memang sudah ada belajar daring dan ini sangat interaktif sehingga anak tidak jenuh,” ujar Llyod.

Editor : F Rio Winto (rio_winto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN