Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Anggota staf medis membawa masuk seorang pasien ke rumah sakit Jinyintan, di mana para pasien yang terinfeksi oleh virus mirip SARS sedang dirawat, di Wuhan di provinsi Hubei, Tiongkok tengah pada 18 Januari 2020. Otoritas mengatakan  pada 20 Januari 2020, merebaknya wabah tersebut menuai kekhawatiran mengingat ada jutaan orang yang memulai perjalanan pulang ke kampung halaman untuk merayakan Tahun Baru Imlek. ( Foto: STR / AFP )

Anggota staf medis membawa masuk seorang pasien ke rumah sakit Jinyintan, di mana para pasien yang terinfeksi oleh virus mirip SARS sedang dirawat, di Wuhan di provinsi Hubei, Tiongkok tengah pada 18 Januari 2020. Otoritas mengatakan pada 20 Januari 2020, merebaknya wabah tersebut menuai kekhawatiran mengingat ada jutaan orang yang memulai perjalanan pulang ke kampung halaman untuk merayakan Tahun Baru Imlek. ( Foto: STR / AFP )

Virus Mirip SARS Telah Berjangkit di 3 Negara Asia

Happy Amanda Amalia, Selasa, 21 Januari 2020 | 08:57 WIB

BEIJING – Virus yang sama dengan patogen SARS dilaporkan telah menewaskan korban ketiga, kemudian menyebar ke seluruh Tiongkok dan telah mencapai negara lain di Asia. Demikian disampaikan pihak berwenang pada Senin (20/1).

Laporan soal merebaknya wabah tersebut menuai kekhawatiran mengingat ada jutaan orang yang memulai perjalanan pulang ke kampung halaman untuk merayakan Tahun Baru Imlek. Tradisi mudik ini sendiri merupakan migrasi terbesar umat manusia.

Turunan virus korona yang baru ini pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Tiongkok tengah, itu telah menimbulkan kekhawatiran karena berhubungan dengan Sindrom Pernafasan Akut Parah atau Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS), yang telah menewaskan hampir 650 juta orang di seluruh daratan Tiongkok dan Hong Kong pada 2002-2003.

Wuhan tercatat memiliki 11 juta penduduk, dan wilayah ini difungsikan sebagai pusat transportasi utama, termasuk selama liburan tahunan Tahun Baru Imlek yang dimulai akhir pekan ini, di mana akan ada ratusan juta orang Tiongkok yang bepergian ke seluruh negeri untuk mengunjungi keluarga.

Menanggapi masalah tersebut, Presiden Tiongkok Xi Jinping menyampaikan pada Senin bahwa menjaga kehidupan masyarakat harus menjadi prioritas utama dan penyebaran epidemi harus ditanggulangi dengan tegas.

“Xi menambahkan perlunya merilis informasi tentang epidemi secara tepat waktu dan memperdalam kerja sama internasional, serta memastikan masyarakat mengikuti Festival Musim Semi yang stabil dan damai,” demikian dilaporkan lembaga penyiaran publik CCTV.

Selain itu, dilaporkan oleh CCTV bahwa jumlah keseluruhan orang yang didiagnosis dengan virus telah meningkat menjadi 218. Otoritas Shanghai sendiri memastikan kasus pertama terjadi pada Senin, dan sebanyak 136 kasus baru ditemukan pada akhir pekan lalu di Wuhan, kemudian 15 kasus di provinsi Guangdong selatan dan lima kasus di Beijing

Seorang lelaki menggendong putrinya saat meninggalkan Pusat Perawatan Medis Wuhan, tempat seorang lelaki meninggal dunia karena menderita sakit pernapasan, di kota Wuhan, provinsi Hubei, pada 12 Januari 2020. ( Foto: NOEL CELIS / AFP )
Seorang lelaki menggendong putrinya saat meninggalkan Pusat Perawatan Medis Wuhan, tempat seorang lelaki meninggal dunia karena menderita sakit pernapasan, di kota Wuhan, provinsi Hubei, pada 12 Januari 2020. ( Foto: NOEL CELIS / AFP )

Komisi kesehatan setempat menambahkan, korban ketiga yang meninggal dunia berada di Wuhan. Menurut komisi kesehatan Shanghai, kasus pertama yang dialami seorang wanita berusia 56 tahun dan dalam perawatan di rumah sakit pada Rabu (15/1) juga berasal dari Wuhan.

“Tanda-tanda vital pasien stabil dan dua orang yang sempat melakukan kontak berada di bawah pengawasan medis,” demikian cuitan komisi kesehatan via Weibo.

Otoritas Korea Selatan pada Senin juga melaporkan kasus pertamanya, yakni seorang wanita berusia 35 tahun yang terbang dari Wuhan. Sebelumnya, baik Thailand dan Jepang telah mengkonfirmasi total tiga kasus di mana semuanya muncul usai mendatangi kota di Tiongkok.

Walaupun sejauh ini belum ada indikasi penularan dari manusia ke manusia, tetapi pihak berwenang tidak bisa mengesampingkan kemungkinan tersebut. Di samping itu, terdapat enam kasus yang dicurigai di Shanghai dan empat provinsi di wilayah timur, selatan dan barat daya negara itu.

“Para ahli percaya bahwa situasi epidemi saat ini masih dapat dikendalikan,” tutur Komisi Kesehatan Nasional, pada Minggu (19/1).

Komisi juga mengakui, sumber virus korona dan mode penularannya belum diketahui. Tetapi, wabah virus itu tidak menghambat perjalanan untuk liburan tahunan, meskipun beberapa pelancong terlihat mengenakan masker di stasiun kereta api yang penuh sesak di Beijing dan Shanghai.

“Saya merasa sedikit khawatir saat menonton berita. Tapi saya belum mengambil tindakan pencegahan selain memakai masker biasa,” ujar Li Yang, seorang manajer akuntansi (28 tahun) yang sedang mudik ke wilayah utara Mongolia Dalam untuk merayakan Tahun Baru Imlek. (afp)


 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA