Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Investor Daily

Investor Daily

Industri Pengecoran Logam 2015 Ikuti Pasar Otomotif

Rabu, 10 Desember 2014 | 19:21 WIB
ah


JAKARTA - Ketua Umum Himpunan Ahli Pengecoran Logam Indonesia (HAPLI) Yos Rizal Anwar mengatakan perkembangan industri pengecoran logam (foundry) pada 2015 akan mengikuti pertumbuhan pasar otomotif nasional.


Pasalnya, menurut dia di Jakarta, Rabu (10/12) permintaan logam cetakan (casting) didominasi oleh sektor otomotif yang berkontribusi sekitar 80 persen dari total produksi tahunan.

"Mungkin sekitar 100.000-an ton casting terpakai untuk otomotif. Kalau untuk industri secara keseluruhan itu diperkirakan 160.000 ton per tahun. Itu pun full capacity, terpakai semua," katanya.

Nilai tersebut, menurut dia, sesuai dengan pernyataan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang memprediksi penjualan mobil pada 2015 akan relatif sama dengan 2014 atau tetap pada posisi 1,2 juta unit karena pertimbangan inflasi, nilai tukar dan suku bunga Bank Indonesia.

Menurut Yos, kebutuhan casting untuk satu unit mobil mencapai 50-200 kilogram per unit baja cetakan dan aluminium sebesar 60-100 kilogram per unit. Sedangkan untuk satu buah motor diperlukan 22-25 kilogram baja cetakan dan 3 kilogram aluminium.

Berdasarkan perhitungan tersebut, maka kebutuhan baja cetakan 2014 diperkirakan akan mencapai 364.000 ton dan aluminium sebesar 120.000 ton. "Tapi kebutuhan casting masih jauh lebih tinggi dari pasokannya," katanya.

Hingga saat ini, kapasitas industri pengecoran logam mencapai 447.360 ton per tahun terdiri atas  industri ferrous dari 33 perusahaan dengan kapasitas produksi 160.360 ton per tahun.

Disusul oleh industri alloy steel dari sembilan perusahaan dengan kapasitas produksi 10.000 triliun per tahun, industri non ferrous terdiri atas 16 perusahaan dan 20 usaha kecil menengah dengan kapasitas produksi 75.000 ton per tahun dan industri baja daur ulang dari tiga perusahaan sebesar 52.000 ton per tahun.

Sisanya adalah UKM dengan kapasitas produksi total sebesar 150.000 ton per tahun. (ID/ant/ths)

Editor :

BAGIKAN