Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Pacu Ekspor ke Eropa, Indonesia Segera Ikut CEPA

Selasa, 5 Mei 2015 | 08:53 WIB
Laporan Primus Dorimulu dari Warsawa

WARSAWA – Untuk mendongkrak ekspor, Indonesia segera menandatangani Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) atau perjanjian kerja sama komprehensif ekonomi dengan 27 negara Uni Eropa (UE27). Manfaat CEPA sudah dinikmati sejumlah negara Asia Tenggara seperti Thailand, Singapura, Malaysia, dan Vietnam. Ekspor negara-negara itu ke Eropa lebih tinggi dari ekspor Indonesia.

 

“Potensi ekspor Indonesia ke Eropa sangat besar. Banyak produk kita yang mereka butuhkan. Salah satu kendala adalah posisi kita yang belum menandatangani CEPA dan itu yang sedang kita persiapkan. Belajar dari free trade sebelumnya dengan negara lain, kita ingin agar CEPA benar-benar memberikan keuntungan,” kata Menteri Perdaga-gan Rachmat Gobel kepada Investor Daily di Warsawa, Minggu (3/5).

 

Pada tahun 2019, ekspor Indonesia ke Eropa ditargetkan mencapai US$ 54,1 miliar dengan target utama adalah Belanda US$ 11 miliar, Jerman US$ 10,7 miliar, Italia US$ 8,3 miliar, Spanyol US$ 6,2 miliar, dan Inggris US$ 5,5 miliar. Pada tahun 2014, ekspor Indonesia ke 27 negara Eropa sebesar US$ 16,9 miliar, terdiri atas US$ 0,1 miliar ekspor migas dan US$ 16,8 miliar ekspor nonmigas. CEPA mendasarkan perjanjian kerja sama pada liberalisasi dengan memberikan akses pasar, peningkatan kemampuan di bidang perdagangan dan investasi.

 

Dalam akses pasar, CEPA mensyaratkan liberalisasi di bidang perdagangan barang, jasa, dan investasi langsung. Perjanjian kerja sama ini juga mencakup standar produk, perlindungan hak cipta, dan kerja sama keuangan. Meski CEPA dibutuhkan, kata Mendag, pihaknya ingin memastikan posisi Indonesia. Langkah Indonesia untuk mencapai target itu harus jelas. “Itu yang sekarang tengah dilakukan. Namun, seperti yang sudah dilakukan negara-negara Asean, kita pun harus masuk CEPA,” paparnya.

 

Nilai ekspor Vietnam, Thailand, danMalaysia ke Eropa di atas Indonesia karena mereka mendapatkan sejumlah kemudahan setelah menandatangani CEPA. Sebelum menandatangani CEPA, Indonesia ingin memastikan kemudahan yang bakal diperoleh dan kewajiban Indonesia yang harus diberikan kepada negara tujuan ekspor. “Saya optimistis, dalam CEPA, Indonesia akan mendapatkan banyak manfaat,” ungkap Mendag.

 

Eskpor sawit Indonesia ke Eropa, misalnya, tidak bisa selancar dan sebesar Malaysia yang sudah lama menjalin hubungan dengan Eropa. Vietnam juga sangat gencar melobi Eropa. Mendag mengatakan, dengan mengikuti CEPA dan sejumlah perjanjian kerja sama ekonomi dengan berbagai kawasan lainnya, ekspor dan surplus neraca perdagangan Indonesia akan terdongkrak.

 

Ke depan, kata Mendag, Indonesia akan lebih memprioritaskan pembinaan hubungan kerja sama ekonomi yang lebih baik dengan setiap negara. Jika lobi dan promosi lebih digencarkan, hasilnya akan signifikan. “Ekspor Indonesia ke Swiss naik lebih dari 100% setelah saya melobi. Hubungan bilateral inilah yang akan lebih diprioritaskan,” tuturnya.

 

Rachmat Gobel yakin, ekspor Indonesia ke Eropa berpotensi besar untuk meningkat lebih dari 300% dalam lima tahun ke depan. Pada tahun 2014, ekspor Indonesia ke 27 negara Eropa sebesar US$ 16,9 miliar, terdiri atas US$ 0,1 miliar ekspor migas dan US$ 16,8 miliar ekspor nonmigas. Sedang impor dari Eropa pada tahun yang sama US$ 12,7 miliar, terdiri atas US$ 12,6 impor nonmigas dan US$ 0,1 miliar impor migas. Namun, ekspor Indonesia masih kalah dari empat negara Asean, termasuk Vietnam.

 

Pada tahun 2013, ekspor Indonesia ke Eropa US$ 21,8 miliar, turun dari US$ 22,6 miliar pada tahun 2012 dan US$ 25,6 miliar tahun 2011. Sebaliknya, ekspor Vietnam ke Eropa pada periode yang sama justru meningkat signifikan, yakni naik dari US$ 21,1 miliar tahun 2011 ke US$ 26 miliar tahun 2012 dan US$ 31,3 miliar pada tahun 2013. Ekspor Malaysia ke kawasan Eropa relatif stabil pada level US$ 27 miliar.

 

 

Ekspor produk primer Indonesia ke Eropa didominasi CPO dan turunannya, yakni mencapai US$ 3,1 miliar atau sekitar 44% dari ekspor produk primer Indonesia ke Eropa sebesar US$ 7,1 miliar tahun 2014. Produk primer lainnya yang diekspor ke Eropa, antara lain, karet alam, makanan olahan, batubara, kopi, kakao dan olahannya, logam dasar, kayu olahan, ikan dan olahannya, udang, rempah-rempah.

 

Sedangkan di kelompok ekspor manufaktur, empat produk memberikan kontribusi terbesar, yakni produk tekstil yang pada tahun 2014 mencapai US$ 1,9 miliar, elektronik US$ 1,7 miliar, alas kaki US$ 1,4 miliar, dan produk kimia US$ 1,2 miliar. Total ekspor manufaktur ke Eropa sebesar US$ 9,6 miliar atau sekitar 57% dari ekspor nonmigas Indonesia ke Eropa yang mencapai US$ 16,8 miliar.

 

Ekspor Indonesia ke Eropa tahun 2014 sekitar US$ 16,9 miliar. Penurunan ini seiring dengan anjloknya ekspor produk primer Indonesia yang pada tahun 2011 mencapai US$ 8,9 miliar dan ekspor manufaktur yang pada tahun 2011 sebesar US$ 11,5 miliar. Fakta menunjukkan, penurunan ekspor Indonesia ke Eropa tidak hanya terjadi pada produk primer, melainkan juga produk manufaktur. Tujuan ekspor nonmigas utama dari Indonesia adalah Belanda, Jerman, Italia, Spanyol, dan Inggris. Negara-negara ini pula yang menjadi penyumpang surplus perdagangan tebesar dengan Indonesia.

 

Sementara itu, dalam perjalanan dinasnya ke Polandia, Mendag Rachmat Gobel juga akan berdialog lewat video conference dengan Menteri Perhubungan, Menteri Pariwisata Polandia, dan Dirut Garuda untuk sebuah kerja sama di bidang pariwisata dan angkutan udara. Mendag juga mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Ekonomi Polandia Janusz Piechocinski, PM Polandia Ewa Kopacz, dan menghadiri business luncheon. (*)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN