Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Anggaran Pengembangan KEK Rp7 Triliun

Jumat, 9 Oktober 2015 | 07:21 WIB
ah (redaksi@investor.id)

JAKARTA-Wakil Wali Kota Palu Mulhanan Tombolotutu mengatakan pemerintah kota (Pemkot) menganggarkan Rp7 triliun untuk membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang terletak di Ibu Kota Sulawesi Tengah tersebut.

"Nilai investasi yang terdaftar di Pemerintah Kota Palu untuk pengembangan KEK sebesar Rp7 triliun," kata Mulhanan Tombolotutu di Kantor Pusat Pertamina Jakarta, Kamis.

Menurut dia, jumlah tersebut juga telah mendapatkan persetujuan dari Dewan Nasional KEK Sulawesi Tengah yang bertugas mempercepat pemanfaatan kawasan penanaman modal negara ini.

Dewan Nasional KEK Sulawesi Tengah, lanjutnya, juga mengimbau pemkot mengutamakan penggunaan anggaran itu untuk pengembangan infrastruktur di wilayah potensial ekonomi tersebut.

Ia menuturkan PT Pertamina (Persero) juga akan berinvestasi di kawasan tersebut, dengan adanya kesepakatan bersinergi antara Pemkot Palu melalui penandatanganan Nota kesepahaman oleh Direktur Gas dan Energi Baru dan Terbarukan Pertamina Yenni Andayani dan Ketua DPRD Palu M Ikbal Andi Magga di Jakarta.

"Nanti, pemanfaatan kawasan ini juga sebagian besar tentu saja akan dilaksanakan Pertamina, tapi nilai investasinya akan dikaji terlebih dahulu," tambahnya.

Sementera itu, Direktur Gas dan Energi Baru dan Terbarukan Pertamina Yenni Andayani menuturkan pihaknya berencana memulai investasi di daerah tersebut dengan memasok listrik di KEK Palu melalui pemanfaatan sumber daya gas.

"Kebutuhan untuk pembangkit listrik diperkirakan 330 megawatt, berarti kebutuhan gasnya sekitar 50 mmscfd nanti," paparnya.

Menurut dia, pemberdayaan sektor gas tidak akan terlalu sulit untuk diterapkan pada KEK Palu, karena jarak tempuh dengan daerah penghasil gas Bontang, Kalimantan Timur, tidak membutuhkan waktu lama.

"Wilayah KEK ini sangat dekat dengan Bontang, hanya 400 kilometer," tambahnya.

Ia menilai KEK Palu memiliki potensi lokasi strategis yang dilalui alur pelayaran Internasional, memiliki infrastruktur penunjang seperti pelabuhan yang berpotensi besar untuk menjadi basis pengembangan industri Pertanian, Perkebunan dan Pertambangan yang menjadikan wilayah tersebut bernilai tinggi.

"Pertamina telah memiliki pengalaman yang kuat dalam upaya menjamin ketersediaan pasokan energi, sehingga kerja sama ini membuka ruang bagi kami secara langsung berkontribusi bagi pengembangan KEK Palu, agar menjadi pusat pengembangan aneka industri yang dapat menyerap investasi serta turut menumbuhkan perekonomiannya," ujar Yenni.(ant/hrb)

Editor : herry barus (herrybarus@yahoo.com.au)

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN