Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Darmin: Batam Dibenahi Agar Berkontribusi terhadap Ekspor

Senin, 14 Maret 2016 | 18:03 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BATAM - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pembenahan kawasan Batam harus dilakukan agar wilayah ini tidak makin tertinggal dengan kawasan perdagangan bebas di negara lain dan berkontribusi terhadap ekspor.

"Kita tentu tidak sekadar ingin kinerja hebat, tapi Batam betul-betul diharapkan menjadi suatu area atau kawasan yang akan menjadi tukang punggung sebagian ekspor," kata Darmin dalam acara sosialisasi pengembangan kawasan Batam di Batam, Senin, seperti dilansir Antara.

Menurut dia, pemberlakuan kawasan perdagangan bebas di wilayah Batam sudah tidak efektif dan dikeluhkan pengusaha karena adanya saling tumpang tindih kewenangan, sehingga harus dilakukan upaya perbaikan secara menyeluruh.

Untuk itu, menurut dia, status Batam nantinya akan berganti menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) agar kawasan ini bisa ramah terhadap investasi dan bisa bersaing secara kompetitif dengan kawasan ekonomi di negara Asia lainnya.

"Yang kita hadapi bukan hanya penurunan kinerja tapi terlihat ada tumpang tindih kewenangan dan semakin banyak keluhan dunia usaha. Biasanya kalau sesuatu tidak menjanjikan, kita harus melakukan perubahan," ujarnya.

Saat ini, Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam telah menyiapkan masa transisi menuju KEK, antara lain dengan mengadakan audit menyeluruh terhadap aset maupun kinerja kawasan Batam, membentuk tim teknis dan melakukan perubahan di BP Batam.

Masa transisi ini diharapkan selesai dalam tiga atau enam bulan dan pemerintah akan menyiapkan aturan hukum berupa Peraturan Pemerintah (PP) untuk pembentukan KEK Batam, setelah pembenahan struktural yang dilakukan telah usai.

Dengan fokus pembentukan Batam menjadi KEK berbasis investasi maka persoalan terkait kawasan pemukiman yang telah berada di wilayah investasi, akan dicari solusinya, agar tidak menimbulkan sengketa kewenangan baru.

Salah satu solusinya adalah secara teknis BP Batam akan diberikan kesempatan mengelola kawasan investasi KEK, sedangkan pemerintah kota diberikan kewenangan untuk menjaga wilayah pemukiman, agar tidak terjadi dualisme kebijakan.

"Ini agar tidak ada gangguan terhadap otonomi daerah, tapi kita ingin daerah investasi menarik betul. Kita juga ingin memberikan fasilitas berupa insentif perpajakan," tutur Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam ini.

Menurut Darmin, fasilitas di kawasan pemukiman tidak akan diubah atau dikurangi, termasuk di wilayah investasi maupun bagi penduduk, namun nantinya ada pembatasan agar kawasan pemukiman tidak meluas ke daerah investasi. (gor)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN