Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Jangan Merugikan Indonesia

Selasa, 5 Maret 2019 | 15:42 WIB
Ridho Syukra dan Leonard Cahyaputra

Kalangan ekonom mengingatkan agar perjanjian perdagangan seperti FTA atau perjanjian ekonomi secara luas (CEPA) dengan negara lain jangan sampai merugikan Indonesia. Sebab, pengalaman perjanjian perdagangan bebas dengan Tiongkok malah membuat neraca perdagangan RI tekor.

FTA Asean dengan RRT dimulai pada 2010. Pada tahun itu, neraca perdagangan nonmigas Indonesia defisit sebesar US$ 5,61 miliar dengan RRT. Delapan tahun kemudian, pada 2018, defisit neraca nonmigas yang diderita Indonesia dengan RRT melonjak jadi US$ 20,85 miliar.

Sedangkan dengan Australia, selama ini Indonesia juga defisit dalam neraca perdagangan nonmigasnya. Tahun lalu, Indonesia defisit US$ 3 miliar.

Ekonom senior Bank Mandiri Dendi Ramdani menyatakan, FTA/CEPA bisa menguntungkan tapi bisa juga merugikan Indonesia, tergantung seberapa besar peluang ekspor di negara mitra, dan berapa kemungkinan peningkatan impor karena pasar domestik yang semakin terbuka. Oleh karenanya, perlu dihitung betul barang apa yang bisa diekspor dan berapa peningkatannya setelah ada trade agreement.

Dia berpendapat, FTA dengan RRT dan Jepang adalah contoh bahwa Indonesia membuka diri pasar domestik tapi barang yang diekspor kurang bervariasi dan tidak bisa memanfaatkan peluang pasar. Karena itulah, Indonesia terus defisit.

“Dalam membuat FTA/CEPA, kita harus tahu betul apakah perjanjian perdagangan membuka pasar yang sesuai dengan produk utama yang kita punya untuk diekspor, misalnya tekstil, CPO, karet, batu bara, perhiasan, dan barang-barang tambang,” kata dia. (hg)

Baca selanjutnya di https://id.beritasatu.com/home/sejarah-ia-epa/186225

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN