Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Produk Baja (Ilustrasi)

Produk Baja (Ilustrasi)

Bebas Bea Masuk Anti-Dumping ke India, Ekspor Baja Bakal Meningkat

Sabtu, 22 Januari 2022 | 12:31 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Ekspor produk turunan besi baja, hot-rolled flat products of alloy or non-alloy steel (HRFPANA) Indonesia berhasil bebas bea masuk anti-dumping (BMAD) ke India sejalan dengan penolakan Kementerian Keuangan India atas rekomendasi Otoritas Anti-Dumping India yaitu Directorate General Trade Remedies (DGTR) untuk memperpanjang BMAD produk HRFPANA,yang salah satunya berasal dari Indonesia.

Pembatalan BMAD produk HRFPANA ini didasarkan atas keputusan Kementerian Keuangan India melalui Tax Revenue Unit (TRU) dalam Office Memorandum yang dikeluarkan pada 4 Januari 2022.

Menteri Perdagangan RI, Muhammad Luthfi menyampaikan, setelah mempertimbangkan rekomendasi final findings DGTR, Pemerintah India memutuskan untuk tidak menerima rekomendasi tersebut, sehingga perpanjangan BMAD untuk produk HRFPANA yang antara lain berasal dari Indonesia tidak diteruskan.

“Indonesia menyambut baik keputusan Pemerintah India yang tidak menerima rekomendasi DGTR untuk memperpanjang penerapan BMAD atas produk HRFPANA. Penolakan Kementerian Keuangan India atas rekomendasi perpanjangan BMAD oleh DGTR tersebut merupakan peluang yang cukup baik bagi eksportir Indonesia untuk kembali meningkatkan ekspor produk baja ke India,” ungkap Mendag Lutfi dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/01/2022).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, nilai ekspor HRFPANA ke India pada 2021 sebesar US$ 5,9 juta. Nilai ini turun 81 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar US$ 31,4 juta.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana mengungkapkan, Pemerintah India telah mengambil keputusan yang tepat untuk tidak memperpanjang pengenaan BMAD produk HRFPANA yang direkomendasikanDGTR. “Langkah Pemerintah India diharapkan dapat meningkatkan daya saing ekspor produk HRFPANA ke India,” kata Wisnu.

Lebih lanjut Wisnu menjelaskan, penyelidikan sunset review dalam rangka perpanjangan pengenaan BMAD produk HRFPANA sudah berjalan selama lebih dari 9 bulan sejak diinisiasi pada 31 Maret 2021. “Pada 14 September 2021, DGTR India mengeluarkan keputusan akhir yang merekomendasikan perpanjangan penerapan BMAD tersebut untuk lima tahun ke depan,” tutur Wisnu.

Direktur Pengamanan Perdagangan Natan Kambuno menambahkan, sejak diberlakukannya BMAD pada 2017, nilai ekspor HRFPANA ke India mengalami tren penurunan sebesar 38 persen.

“Dengan dihentikannya pengenaan BMAD tersebut, ekspor HRFPANA ke India diharapkan akan meningkat. Khususnya karena India merupakan salah satu pasar potensial produk HRFPANA dengan pangsa pasar sebesar 5,8 persen dari total ekspor HRFPANA pada tahun 2020,” pungkas Natan.

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : PR

BAGIKAN