Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Ekspor Produk Makanan Olahan Meningkat

Senin, 13 Oktober 2014 | 12:48 WIB
Alex Dungkal dan Emral Ferdiansyah

JAKARTA - Ajang pameran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-29 menempatkan produk makanan olahan produksi dalam negeri sebagai produk utama dagang yang mampu mendorong peningkatan ekspor mencapai 12,76%.

"Tren produk makanan olahan di mancanegara saat ini selain produk organik adalah produk yang low glycemic, gluten free, genetically modified organisms free, serta produk yang memperhatikan petani dan produsen secara ethical trade," kata Direktur Pengembangan Produk Ekspor Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN), Kementerian Perdagangan, Sulistyawati, dalam siaran pers di Jakarta, Senin.

Sulistyawati mengatakan bahwa perhatian para buyers tidak semata-mata pada kualitas produk saja, namun juga dalam proses penciptaan produk itu sendiri. Para petani dan produsen yang mengindahkan ethical trade akan diapresiasi oleh dunia.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai ekspor produk makanan olahan Indonesia pada 2013 mencapai US$ 4,63 miliar. Sedangkan nilai ekspor pada periode Januari-Juli 2014 sebesar US$ 2,98 miliar atau meningkat 12,76% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2013.

Dilihat dari tren pertumbuhan ekspor makanan olahan selama periode 2009-2013, produk ini mengalami pertumbuhan positif sebesar 15,43% per tahun.

Sementara itu, negara utama tujuan ekspor produk makanan olahan Indonesia pada periode Januari-Juli 2014 adalah Amerika Serikat dengan nilai ekspor US$ 423,63 juta dengan pangsa ekspor mencapai 14,19%.

Disusul Malaysia sebesar US$ 343,9 juta atau 11,52%, Filipina US$ 288,3 juta atau 9,65%, Tiongkok US$ 182,46 juta atau 6,11%, dan Kamboja sebesar US$ 178,84 juta dengan pangsa 5,99%. (ant/gor)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN