Menu
Sign in
@ Contact
Search

Pelni Tengah Jajaki Pengadaan Kapal Bekas

Kamis, 2 Juni 2016 | 12:56 WIB
Oleh Eko Adityo Nugroho dan Thomas Harefa (redaksi@investor.id)

Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) dan Kelembagaan PT Pelni Akhmad Sujadi sebelumnya pernah memaparkan, perseroan tengah menjajaki sejumlah pihak untuk pengadaan kapal bekas dalam merealisasikan Tol Laut, terutama untuk dua rute yang mulai dioperasikan pada Mei 2016.


Dua rute itu adalah Trayek T-4 Tanjung Priok-Makassar-Manokwari- Wasior-Nabire-Serui-Biak PP (4.644 mile) dan Trayek T-5 Makassar- Tahuna-Lirung-Morotai-Tobelo- Ternate-Babang-Ternate PP (2.608 mile).


Adapun kapal yang akan dibeli dengan dana penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 500 miliar tersebut diharuskan memiliki usia armada antara lima sampai 10 tahun. Sedangkan jumlah kapal yang akan dibeli sebanyak enam unit yang ditargetkan datang pada Juni 2016.


“Kami mencari umur kapal yang lima sampai 10 tahun dengan taksiran harga Rp 500 miliar dapat enam kapal. Nanti, dengan penambahan kapal. Saat ini sudah tiga tambah enam jadi sembilan unit,” ungkap Sujadi.


Lebih jauh dia mengutarakan, dengan jumlah armada yang meningkat, maka ada peluang untuk trayek-trayek yang semakin tumbuh, kapalnya bisa ditambah. “Misalnya, dari Surabaya, Reo, ke Nusa Tenggara Timur, pertumbuhannya bagus, kami tambahkan kapal. Yang asalnya sebulan sekali menjadi sebulan dua kali,” jelas Sujadi.


Hingga Mei 2016, Pelni telah mengoperasikan enam rute Tol Laut yang mencakup trayek T-1 Tanjung Perak- Wanci (Wakatobi)-Namlea-Fakfak PP (3.426 mile) dilayani KM Caraka Jaya Niaga 3-32, Trayek T-2 Tanjung Perak-Kalabahi-Moa-Saumlaki-Dobo- Merauke PP (3.874 mile) dengan KM Nusantara Pelangi 101, Trayek T-3 Tanjung Perak-Larantuka-Lewoleba- Rote-Sabu-Waingapu PP (2.076 mile) dengan KM Caraka Niaga Jaya 3-34, serta Trayek T-6 Tanjung Priok-Tarempa-Natuna PP (1.400 mile) Km dengan KM Caraka Jaya Niaga 3-4.


Rizal Ramli melanjutkan, Tol Laut memberikan kepastian jadwal kedatangan kapal. Hal ini dimanfaatkan masyarakat di timur yang akan mengangkut barang dagangannya ke barat. Dengan begitu, kapal yang telah mengirim barang ke timur Indonesia tidak kembali dalam keadaan kosong. “Ini sangat penting,” ujar dia.


Dengan adanya Tol Laut, sambung dia, telah berhasil menurunkan harga kebutuhan pokok di wilayah Indonesia Timur hingga berkisar 15-49%. (jn/gor)


Baca selanjutnya di

http://id.beritasatu.com/home/kembangkan-pariwisata-dengan-fokus-10-destinasi/144678

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com