Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Kazakhstan dan Republik Tajikistan, Fadjroel Rachman.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Kazakhstan dan Republik Tajikistan, Fadjroel Rachman.

K-Water’s Side Event Global Water Leaders Seminar

Menteri Basuki: Sumber Air Tanah Makin Terkuras

Sabtu, 11 Juni 2022 | 14:55 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

DUSHANBE – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, saat ini  kebutuhan air  meningkat  signifikan akibat  cepatnya gelombang  urbanisasi, populasi penduduk yang terus bertambah, dan pesatnya pertumbuhan ekonomi.  

Pada tahun 2025, diperkirakan setengah dari populasi dunia akan mengalami kelangkaan air (water scarcity) dan di tahun 2030 sekitar 700 orang akan mengungsi akibat kelangkaan air lebih lanjut

Advertisement

“Isu perubahan iklim, sumber air tanah yang terkuras, serta kondisi sungai dan danau yang tercemar juga menambah tekanan lebih lanjut pada masalah krisis air. Kita akan mampu bertahan dari tantangan tersebut apabila kita dapat mengoptimalkan air yang tersedia dan beradaptasi dengan  perubahan iklim,” kata Basuki saat menyampaikan pidato kunci  pada  K-Water’s Side Event Global Water Leaders Seminar: Water, Climate Change and Capacity Building di Dushanbe, Tajikistan.

Pernyataan tertulis Kedutaan Besar  Republik Indonesia (KBRI)  Tajikistan, yang diterima  Sabtu (11/6/2022), menyebutkan bahwa  pertemuan  ini  telah menghasilkan tiga dokumen penting, yaitu  Ringkasan Bersama Tingkat Pimpinan (Co-chairs’ Summary), Deklarasi Akhir (Final Declaration),   dan Agenda Aksi dan Kemitraan (Call for Action and Partnership).

Ia mengatakan,  para pemimpin   dunia harus  mempersiapkan sejak dini pengembangan kompetensi insinyur-insinyur muda agar mampu menjawab  berbagai tantangan di bidang sumber daya air global.

“Perlu dipikirkan bagaimana kita dapat merancang pengembangan kapasitas dan pendidikan yang dibuat khusus untuk mempersiapkan insinyur muda dan memungkinkan berjalannya regenerasi yang lebih baik,” jelas dia.

Pada kesempatan itu, Basuki secara khusus  mengundang seluruh peserta untuk menghadiri World Water Forum 2024 di Bali sambil menikmati keindahan alam dan budaya Indonesia.

Indonesia terpilih sebagai tuan rumah World Water Forum 2024   dalam rapat Board of Governor Meeting (BoG) World Water Council (WWC) di Dakar, Senegal. Saat itu, Indonesia memperoleh dukungan  30 suara mengalahkan Italia, yang hanya meraih  1 suara.

Sementara itu,  Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Kazakhstan dan Republik Tajikistan,  Fadjroel Rachman mengatakan, air adalah sumber kehidupan sehingga diperlukan komitmen  semua pihak  untuk memikirkan dan melakukan aksi nyata bagi  tata kelola air yang lebih baik.

"Air adalah sumber kehidupan. Melupakan masa depan air berarti melupakan masa depan umat manusia," kata  Fadjroel.

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Majalah Investor

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN