Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Pemerintah Berencana Kembangkan Gudang Berikat Besar

Kamis, 4 Juni 2015 | 10:23 WIB
Oleh Harso Kurniawan dan Ridho Syukra

Pemerintah, kata dia, juga berencana mengembangkan gudang berikat besar dengan menggandeng swasta. Gudang ini nantinya menjadi pusat logistik (logistic center). Importir yang memanfaatkan gudang ini mendapatkan fasilitas penangguhan bea masuk (BM) dan pajak pertambahan nilai (PPN) impor.


Sebagai kompensasi, menurut Erwin, pemerintah bisa memungut pajak penghasilan (PPh) dari perusahaan yang menggunakan fasilitas itu. Pemerintah juga dapat memungut PPN jika produk dijual di dalam negeri. Fasilitas ini, kata dia, diharapkan dapat merangsang importir untuk menyimpan barang di Indonesia, bukan di luar negeri.


Dia mencontohkan, selama ini perusahaan tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional banyak mengimpor kapas sebagai bahan baku benang. Kapas impor biasanya ditempatkan di Pelabuhan Klang Malaysia. “Kami ingin kapas itu ditaruh di pusat logistik, lokasinya bisa berada di Cikarang atau daerah lain,” kata dia.


Kemenko Perekonomian, kata dia, berencana merevisi PP 32/2009 tentang Tempat Penimbunan Berikat untuk merealisasikan rencana tersebut. “Revisi PP 32 membutuhkan persetujuan dari Ditjen Bea dan Cukai dan Ditjen Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) karena menyangkut penerimaan negara,” ujar Erwin. (*)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN