Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Perpres No 39/2014 Beri Kepastian Hukum Investor

Kamis, 4 Juni 2015 | 10:37 WIB
Oleh Harso Kurniawan dan Ridho Syukra

Wakil Ketua Kadin Indonesia Bidang Logistik Carmelita Hartoto menyatakan, investor asing tertarik berinvestasi di sektor logistik nasional setelah diberlakukannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 39 Tahun 2014 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan. Aturan ini memberikan kepastian hukum bagi investor.


Merujuk aturan itu, kata dia, dalam pengembangan infrastruktur seperti pelabuhan, pemerintah membuka pintu selebar-lebarnya bagi investasi asing. Bahkan, kerja sama pembangunan infrastruktur membolehkan investasi asing sampai 95%. Namun, untuk operator jasa kepemilikan asing maksimal 49%. Bahkan, asing bisa menguasai saham di atas 67% untuk investasi cold storage di Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua.


“Investor asing juga boleh menanamkan modal di sektor usaha transportasi dengan kepemilikan maksimal 49%. Pengusaha lokal tidak keberatan dengan peraturan tersebut, karena batas kepemilikan modal asing maksimal 49% dan sisanya 51% masih dipegang lokal,” ujar dia.


Carmelita menyatakan, perusahaan lokal juga memiliki kapasitas untuk berinvestasi Rp 8 triliun di sektor pelabuhan. Namun, rencana ini sulit direalisasikan karena pelabuhan selama ini dikuasai BUMN.


Pengamat logistik Nofrisel menuturkan, bisnis logistik rata-rata tumbuh 14,5% per tahun. Dengan pertumbuhan sebesar itu, omzet sektor logistik diperkirakan mencapai Rp 2.290 triliun tahun ini. Itu membuat asing berlomba- lomba masuk bisnis ini. “Sejauh ini bisnis logistik masih stabil, kendati ekonomi melambat. Arus pengiriman barang meningkat tajam, seiring booming e-commerce,” ujar dia. (ID/gor)


Baca selanjutnya di

http://id.beritasatu.com/home/ani-pemkab-cirebon-teken-mou/118071

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN