Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank Riswinandi menyampaikan pidato dan membuka Indonesia Rendezvous ke-25 di Bali (17/10).

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank Riswinandi menyampaikan pidato dan membuka Indonesia Rendezvous ke-25 di Bali (17/10).

OJK Ingatkan Soal Antisipasi Dampak Krisis Global

Windarto, Jumat, 18 Oktober 2019 | 14:14 WIB

Nusa Dua, Bali-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) senantiasa mengingatkan potensi dampak dari melambatnya perekonomian global terhadap perekonomian nasional, khususnya terhadap sektor industri jasa keuangan. Kepala Eksekutif Industri Keuangan Non Bank Riswinandi mengungkapkan, dalam beberapa kegiatan, OJK selalu mengingatkan untuk melihat keadaan. Salah satunya melalui forum yang secara rutin dilakukan industri asuransi misalnya, Indonesia Rendezvous. Apalagi forum ini memang mempertemukan para pelaku industri asuransi, seperti perusahaan asuransi, reasuransi, broker, juga adjuster dari dalam dan luar negeri.

“Ini bagian dari situasi untuk memitigasi situasi ekonomi yang kurang baik. Pasti ada titik terendanya, dia akan balik. (Situasi) ini kan lagi keseimbangan baru, tapi di antara keseimbangan baru itu ada momentumnya, misalnya industri berpindah dari satu negara ke negera lain. Maksudnya proses tersebut jadi momentum buat kita,” jelas Riswinandi di sela-sela Indonesia Rendezvous ke-25 di Nusa Dua Bali (17/10)

OJK, lanjut Riswinandi, menghimbau kepada para pelaku untuk menyesuaian diri dalam menawarkan produk-produk yang dijualnya dengan tetap mengacu pada kebutuhan yang ada tetapi tetap berorientasi kepada customer satisfaction supaya tidak menimbulkan masalah-masalah baru. Hal itu mejadi bagian yang dilakukan industri dan regulaor. “Selaku regulator kalau ada produ selalu kita lihat bagaimana dampak produk tersebut terhadap kepentingan nasabah,” tambahnya.

Terkait investasi, terutama untuk instrumen-instrumen yang ada di pasar modal, sebaiknya memang memiliki SDM yang baik yang mengeloa hal tersebut. Dengan memiliki SDM yang baik dan mengerti bagaimana dia menempatkan investasi. Sebab asuransi termasuk industri yang menghimpun dana masyarakat sehingga bagaimana perusahaan mengelola dana tersebut dengan baik adalah hal terpenting. Atas produk-produk yang menawarkan imbal hasil tinggi, Riswinandi mengingatkan agar pelaku dan masyarakat realistis dengan kondisi market saat ini. “Sebagai pembeli polis harus betul-betul mengerti waktu membeli produk asuransi. Kadang-kadang membeli produk hanya karena ikut-ikutan dan tidak paham, sementara yang menjual kerabat atau teman. Hal-hal seperti ini harus kita pahami supaya tidak terulang lagi kejadian (gagal bayar),” tutupnya.

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA