Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, disaksikan Wakil Presiden AS Kamala Harris, langsung kerja dengan menandatangani tiga dokumen termasuk deklarasi pelantikan, nominasi kabinet dan nominasi sub-kabinet di Ruang Presiden, di gedung Capitol usai dilantik pada 20 Januari 2021. ( Foto: POOL / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP )

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, disaksikan Wakil Presiden AS Kamala Harris, langsung kerja dengan menandatangani tiga dokumen termasuk deklarasi pelantikan, nominasi kabinet dan nominasi sub-kabinet di Ruang Presiden, di gedung Capitol usai dilantik pada 20 Januari 2021. ( Foto: POOL / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP )

10 Perintah Biden Atasi Pandemi Covid-19

Jumat, 22 Januari 2021 | 05:56 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden merilis rincian rencananya untuk mengatasi pandemi virus corona Covid-19. Pada hari pertamanya bekerja, usai dilantik Rabu (20/1), Biden mengumumkan 10 perintah eksekutif serta mengarahkan instansi-instansi di pemerintahannya untuk menggunakan kekuatan meminta perusahaan-perusahan di AS membuat masker N95, peralatan laboratorium, alat tes usap, dan lainnya.

Rencana Presiden Biden tersebut bertujuan meningkatkan pengujian virus corona, mempercepat laju vaksinasi, memberikan lebih banyak dana serta arahan kepada pejabat negara bagian dan lokal dalam upaya mereka untuk menanggapi pandemi.

Perintah eksekutif, yang disebut “Rantai Pasokan Kesehatan Masyarakat yang Berkelanjutan” juga akan mengarahkan pengembangan Strategi Ketahanan Rantai Pasokan Pandemi baru" dalam upaya meningkatkan produksi pasokan penting dalam negeri.

“Sudah lewat waktu untuk memperbaiki masalah kekurangan pasokan tanggap Covid Amerika untuk selamanya,” demikian isi rencana Biden.

Selain itu, komponen kunci dari rencana itu adalah memulihkan kepercayaan publik Amerika. Rencana ini juga berfokus pada vaksinasi lebih banyak orang, membuka kembali sekolah, bisnis, dan perjalanan dengan aman serta memperlambat penyebaran virus.

“Strategi Nasional memberikan peta jalan untuk memandu Amerika keluar dari krisis kesehatan masyarakat terburuk dalam satu abad. Amerika selalu menjawab tantangan yang kami hadapi dan kami akan melakukannya sekarang,” demikian isi rencana tersebut, yang dilansir CNBC, Kamis (21/1).

Menurut banyak ahli epidemiolgi dan pejabat kesehatan AS, Biden menjabat di masa krusial dalam pandemi Covid-19. Pasalnya, data yang dihimpun oleh Johns Hopkins University (JHU) menunjukkan hampir 3.000 warga Amerika meninggal setiap hari karena Covid-19.

Sementara itu, varian baru dari virus corona yang ditemukan dan diklaim lebih menular sedang membangun pijakannya di AS, serta mengancam mendorong wabah yang melanda Negeri Paman Sam ke tingkat yang lebih mematikan.

Orang tua memakaikan maskerpada anak untuk mencegah terinfeksi virus Covid-19
Orang tua memakaikan maskerpada anak untuk mencegah terinfeksi virus Covid-19

Detail Rencana

Perencanaan setebal 23 halaman yang dirilis Kamis merupakan perluasan inisiatif yang telah diuraikan pekan lalu, sekaligus menunjukkan secara detail bagaimana Biden berencana mengendalikan wabah dan membantu AS pulih.

Sebagai informasi, selang beberapa jam usai dilantik sebagai presiden ke-46 AS, Biden langsung bekerja dengan menandatangani belasan perintah eksekutif di Ruang Oval, termasuk soal pemakaian masker di area properti milik federal. Dia juga berencana mewajibkan pemakaian masker di transportasi umum dan melakukan tes Covid-19 negatif bagi siapa pun yang memasuki AS dari luar negeri.

Biden disebut-sebut bakal menggunakan kekuasaan eksekutifnya untuk mengarahkan instansi-intansi menggunakan Undang-undang Produksi Pertahanan (Defense Production Act/DPA) untuk memaksa perusahaan memprioritaskan pasokan manufaktur yang diperlukan dalam tanggap pandemi. Hal ini bisa termasuk menyediakan peralatan pelindung diri (APD,) seperti masker; persediaan yang diperlukan untuk mengelola vaksin dan alat pengujian. Demikian menurut rencana tersebut.

Sebelumnya, pemerintahan Donald Trump telah meminta DPA untuk membuat alat ventilator dan pasokan lainnya di beberapa kasus sebagai bagian dari tanggap pandemi Covid-19.

Pemerintahan Biden juga berupaya untuk mempercepat peluncuran vaksin Covid-19 dengan memberikan lebih banyak dana kepada para pejabat daerah dan negara bagian, membuat lebih banyak lokasi-lokasi vaksinasi dan meluncurkan kampanye pendidikan publik nasional.

Rencana tersebut mengatakan bahwa pemerintah juga akan meningkatkan tenaga perawatan kesehatan untuk mendukung upaya vaksinasi, semisal yang dapat mencakup pengabaian beberapa persyaratan perizinan.

Foto yang diambil pada 17 November 2020, menunjukkan jarum suntik dan botol bertuliskan Vaccine Covid-19 (Vaksin Covid-19). ( Foto: JOEL SAGET / AFP )
Foto yang diambil pada 17 November 2020, menunjukkan jarum suntik dan botol bertuliskan Vaccine Covid-19 (Vaksin Covid-19). ( Foto: JOEL SAGET / AFP )

100 Juta Vaksin

Biden sebelumnya telah mengumumkan bahwa pemerintahannya akan memberikan 100 juta suntikan vaksin dalam 100 hari pertama. Koordinator Biden untuk Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Covid-19 Jeff Zients mengatakan bahwa hal itu baru permulaan.

“Kami merasa yakin bahwa kami dapat memenuhi 100 juta vaksinasi kami dalam 100 hari. Tapi itu baru permulaan dari tempat yang kita butuhkan. Kami harus memvaksinasi sebanyak mungkin populasi AS untuk menghentikan pandemi ini, tetapi kami tidak memiliki infrastruktur,” kata Zients dalam konferensi pers, Rabu malam waktu setempat.

Di samping itu, Biden akan mengarahkan Badan Manajemen Darurat Federal untuk mendirikan 100 pusat komunitas vaksinasi pada bulan bulan depan sebagai bagian dari upaya itu. Langkah ini mirip dengan pemerintahan Trump, di mana rencana Biden juga bertujuan mendorong negara bagian untuk bergerak cepat memperluas kelompok yang memenuhi syarat menerima vaksin Covid-19.

“Gedung Putih juga akan meningkatkan kepercayaan pada tanggapan pemerintah, dengan membentuk Kantor Penanggulangan Covid-19, yang bertugas mengoordinasikan tanggap pandemi di seluruh badan federal, dan membangun jalur komunikasi yang jelas hingga ke pejabat lokal. Pemerintah federal juga akan melakukan pengarahan rutin yang dipimpin oleh ahli,” demikian isi rencana itu.

Bahkan saat upaya vaksinasi semakin cepat, perencanaan Biden juga meminya dilakukan penelitian lanjutan tentang pengobatan untuk Covid-19, terutama antivirus seperti remdesivir yang diproduksi Gilead.

Melalui perintah eksekutif yang disebut “Meningkatkan dan Memperluas Akses ke Perawatan dan Perawatan untuk Covid-19,” Biden akan membuat program penemuan dan pengembangan obat baru yang menekankan keragaman dalam uji klinis.

Selain obat baru, rencananya lebih menekankan pada pengujian. Presiden Biden bakal membentuk dewan pengujian pandemi baru untuk menemukan jenis tes baru yang efektif dan cepat serta meningkatkannya dengan cepat. “Untuk mengendalikan pandemi Covid-19 dan membuka kembali sekolah dan bisnis dengan aman, Amerika harus melakukan pengujian yang luas,” demikian isi rencana tersebut.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN