Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo Bank Dunia atau World Bank. ( Foto: Reuters )

Logo Bank Dunia atau World Bank. ( Foto: Reuters )

2021, Ekonomi Global Diprediksi Tumbuh 4%

Rabu, 6 Januari 2021 | 06:35 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Ekonomi global diperkirakan tumbuh 4% pada 2021, dengan asumsi semakin luasnya peluncuran vaksin Covid-19 sepanjang tahun ini. Walau berekspansi, pemulihan ekonomi kemungkinan lamban, kecuali para pembuat kebijakan bergerak secara tegas untuk menjinakkan pandemi dan menerapkan reformasi peningkatan investasi. Demikian menurut Bank Dunia dalam Laporan Prospek Ekonomi Global Januari 2021, pada Selasa (5/1) waktu setempat.

Meskipun ekonomi global tumbuh kembali setelah kontraksi 4,3% pada 2020, pandemi Covid-19 telah menyebabkan banyak kematian dan penyakit. Jutaan penduduk dilaporkan jatuh miskin, aktivitas-aktivitas ekonomi tertekan, termasuk pendapatan untuk jangka waktu yang lama.

Ada pun prioritas kebijakan jangka pendek utama adalah mengendalikan penyebaran Covid-19 dan memastikan penyebaran vaksin yang cepat dan meluas. Untuk mendukung pemulihan ekonomi, pemerintah negara-negara pun perlu memfasilitasi siklus investasi kembali yang bertujuan pada pertumbuhan berkelanjutan, yang tidak terlalu bergantung pada utang pemerintah.

Presiden Bank Dunia David Malpass menyampaikan, sementara ekonomi global tampaknya telah memasuki masa pemulihan yang lemah, para pembuat kebijakan juga dihadapkan pada tantangan yang berat – dalam hal esehatan masyarakat, manajemen utang, kebijakan anggaran, bank sentral dan reformasi struktural. Tantangan ini muncul ketika mereka mencoba untuk memastikan bahwa pemulihan global yang masih rapuh ini memiliki daya tarik dan menetapkan dasar untuk pertumbuhan yang kuat.

“Untuk mengatasi dampak pandemi dan mengatasi hambatan investasi, perlu ada dorongan besar guna memperbaiki lingkungan bisnis, meningkatkan fleksibilitas tenaga kerja dan pasar produk, serta memperkuat transparansi dan tata kelola,” demikian kata Malpass dalam keterangan tertulis, Selasa.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN