Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang pejalan kaki mengenakan masker tengah melewati kantor cabang Bank HSBC di pusat kota London pada 3 Agustus 2020. ( Foto: DANIEL LEAL-OLIVAS / AFP )

Seorang pejalan kaki mengenakan masker tengah melewati kantor cabang Bank HSBC di pusat kota London pada 3 Agustus 2020. ( Foto: DANIEL LEAL-OLIVAS / AFP )

HSBC Tidak akan Biayai Lagi Industri Batubara

Jumat, 12 Maret 2021 | 06:19 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

LONDON, investor.id – Bank asal Inggris tapi fokus bisnisnya di Asia, HSBC, pada Kamis (11/3) menyatakan secara bertahap selama 20 tahun ke depan tidak akan lagi mengeluarkan pembiayaan untuk industri batubara. HSBC tunduk pada tekanan para pemegang saham untuk berbuat lebih banyak guna mengatasi pemanasan global.

“HSBC hari ini mengumumkan akan mengusulkan resolusi khusus tentang perubahan iklim. Resolusi tersebut akan menetapkan fase berikutnya dari strategi HSBC untuk mendukung para nasabahnya dalam transisi menuju emisi karbon nol bersih,” demikian pernyataan yang disampaikan bank, yang dilansir AFP.

Rencana HSBC itu bakal memperlihatkan pengurangan pemaparannya terhadap bahan bakar fosil. Dan langkah ini akan dimasukkan ke dalam pemungutan suara di rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan pada 28 Mei.

“Resolusi HSBC akan menjadi satu-satunya resolusi tentang perubahan iklim pada RUPS tahun ini,” demikian pernyataan tambahan bank.

Sementara itu, kelompok aktivis ShareAction mengklaim kemenangan setelah dewan direksi HSBC mengajukan resolusi yang mengikat perusahaan untuk menghentikan pembiayaan terhadap pembangkit listrik tenaga batu bara, serta penambangan batu bara thermal pada 2030 di Uni Eropa (UE) dan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (Organisation for Economic Co-operation and Development/OECD), juga di tempat lain pada 2040 di tempat lain.

ShareAction dan investor lainnya sekarang telah menarik langkah terpisah mereka.

“HSBC senang bahwa ShareAction dan sejumlah pemegang saham yang semula mengusulkan resolusi pemegang saham terpisah tentang perubahan iklim, telah setuju untuk menarik ini dan mendukung resolusi HSBC, mengikuti diskusi yang konstruktif dan positif berdasarkan tujuan bersama demi membantu membangun ekonomi global nol bersih,” ujar pihak bank.

Resolusi itu diikuti proses negosiasi selama berbulan-bulan yang dipimpin oleh ShareAction, antara HSBC dan koalisi investor senilai US$ 2,4 triliun.

“Pengumuman hari ini menunjukkan bahwa keterlibatan para pemegang saham yang kuat dapat memberikan hasil yang konkret, dan menjadi preseden penting bagi industri perbankan. Ambisi nol bersih harus didukung dengan penghentian penggunaan bahan bakar fosil yang terikat waktu, dan hari ini HSBC telah mengambil langkah penting ke arah itu,” kata Jeanne Martin, manajer kampanye senior di ShareAction, dalam sebuah pernyataan.

Konflik Kepentingan Iklim

Sebelumnya, studi yang dilakukan oleh DeSmog, kelompok kampanye investigasi iklim, menunjukkan bahwa perbankan Inggris tengah dihadapkan pada potensi konflik kepentingan perubahan iklim. Ini karena hampir 80% anggota dewan punya hubungan dengan sektor-sektor yang menghasilkan angka polusi tinggi.

DeSmog mengungkap temuan-temuan penting penelitiannya tentang manajemen bank Inggris pada Selasa (9/3), di mana mayoritas 50 dari 64 direktur tertinggi pada lima bank terbesar Inggris, yakni Barclays, HSBC, Lloyds, NatWest dan Standard Chartered, diklai, memiliki hubungan masa lalu atau masa kini dengan industri pencemar utama.

Dtambahkan oleh DeSmog, sekitar seperempat direktur punya, atau pernah, memiliki hubungan langsung dengan sektor bahan bakar fosil yang padat karbon.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN