Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca. ( Foto: JOEL SAGET / AFP )

Vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca. ( Foto: JOEL SAGET / AFP )

Inggris Membela Penggunaan Vaksin AstraZeneca

Rabu, 17 Maret 2021 | 07:01 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

LONDON, investor.id - Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson pada Selasa (16/3) membela tingkat keamanan vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca. Menyusul beberapa negara Eropa yang menangguhkan penggunaannya karena khawatir dengan efek samping pembekuan darah.

 

Pemerintah Jerman, Italia, dan Prancis pada Senin (15/3) menyusul negara-negara lain dalam penangguhan pemberian vaksin. Situasi ini memberikan pukulan potensial bagi kampanye imunisasi global melawan penyakit yang telah menewaskan lebih dari 2,6 juta orang.

Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), perusahaan farmasi AstraZeneca, dan European Medicines Agency (EMA) berkeras vaksin tersebut aman, dan tidak ada hubungan antara vaksin dengan pembekuan darah yang dilaporkan.

Johnson pada Selasa kembali menggaungkan jaminan vaksin buatan AstraZeneca tidak berbahaya.

"Vaksin itu aman dan bekerja dengan sangat baik. Vaksin dibuat di banyak tempat, mulai dari India hingga AS, serta Inggris, dan sedang digunakan di seluruh dunia," tulis Johnson di surat kabar The Times.

Kekhawatiran berkembang di beberapa negara atas keamanan vaksin AstraZeneca, setelah beberapa kasus pembekuan darah atau pendarahan otak yang dialami penerima vaksin. Namun hanya sejumlah kecil kematian dilaporkan.

AstraZeneca dan ahli medis di Inggris mengatakan tidak ada bukti pembekuan yang disebabkan oleh vaksin virus, atau pembekuan terjadi dalam jumlah atau frekuensi yang lebih besar daripada populasi umum.

Vaksin ini dikembangkan oleh AstraZeneca dan Universitas Oxford di Inggris, di mana lebih dari 11 juta dosis telah diberikan, tanpa masalah besar yang dilaporkan.

Pada Senin (15/3) Johnson mengatakan kepada wartawan, Badan Pengatur Produk Obat dan Kesehatan Inggris (MHRA) adalah salah satu regulator paling tangguh dan paling berpengalaman di dunia.

"Mereka tidak melihat alasan sama sekali untuk menghentikan program vaksinasi untuk salah satu vaksin yang kami sedang gunakan. Mereka percaya vaksin itu sangat efektif dalam menurunkan tidak hanya angka rawat inap, tetapi juga menurunkan angka penyakit serius dan kematian. Kami terus merasa sangat percaya diri tentang program ini dan senang melihatnya diluncurkan dengan kecepatan seperti itu melintasi Inggris," lanjutnya lagi.

Pernyataan EMA

Sementara itu, kepala Badan Obat Eropa (EMA) dijadwalkan memberikan informasi terbaru tentang penyelidikan kemungkinan pembekuan darah, terkait dengan vaksin virus corona AstraZeneca, kata regulator.

Direktur Eksekutif EMA Emer Cooke memberikan informasi terbaru tentang penyelidikan Vaksin Covid-19 AstraZeneca dan peristiwa tromboemboli selama konferensi pers virtual pada Selasa siang waktu setempat. Adapun tromboemboli adalah peristiwa darah beku yang bergerak.

Pernyataan itu tidak memberikan rincian tentang apa yang diumumkan pada konferensi pers. Dikatakan, acara itu telah diselenggarakan oleh Komisi Eropa, badan eksekutif 27 negara Uni Eropa (UE).

Pakar keamanan EMA yang berbasis di Amsterdam pada Selasa melakukan tinjauan lebih lanjut terhadap data tentang vaksin, setelah beberapa negara Eropa termasuk Prancis dan Jerman menangguhkan penggunaannya.

EMA mengatakan pada Senin akan mengadakan pertemuan khusus Kamis (18/3) untuk memutuskan tindakan lebih lanjut. Tetapi pihaknya juga menambahkan, manfaat menggunakan vaksin AstraZeneca masih lebih besar daripada risikonya.

Pakar WHO juga melangsungkan pertemuan pada Selasa untuk membahas vaksin. EMA sebelumnya telah menyetujui vaksin AstraZeneca untuk diberikan kepada orang dari segala usia, pada 29 Januari. Tetapi peluncurannya bermasalah sejak awal, dengan beberapa negara pada awalnya mengatakan vaksin itu tidak boleh digunakan pada orang tua.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN