Menu
Sign in
@ Contact
Search
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)  Antonio Guterres. ( Foto: AFP / MANILA BULLETIN )

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres. ( Foto: AFP / MANILA BULLETIN )

Atasi Perubahan Iklim

PBB: Dunia Sudah Kehabisan Waktu

Selasa, 20 April 2021 | 07:17 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

JENEWA, investor.id – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menilai dunia sudah kehabisan waktu untuk bertindak mengatasi perubahan iklim. Tahun 2021, kata PBB, harus menjadi tahun aksi untuk melindungi warga dunia dari bencana perubahan iklim.

“Waktu dengan cepat habis untuk mengatasi krisis iklim. Pandemi Covid-19 juga gagal untuk menghambat perubahan iklim tanpa henti ini,” kata PBB pada Senin (19/4).

Seruan ini keluar bersama dengan sebuah laporan besar jelang pertemuan puncak dunia tentang iklim pada Kamis dan Jumat pekan ini. Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan menjadi tuan rumahnya.

Sebanyak 40 pemimpin dunia sudah diundang untuk pembicaraan virtual tersebut. Tujuannya adalah memacu upaya negara-negara ekonomi besar untuk mengatasi krisis iklim.

Sementara itu, laporan Kondisi Iklim Global 2020 yang dikeluarkan oleh badan PBB Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada Senin menyatakan bahwa tahun lalu adalah tahun terpanas yang dialami dunia. Konsentrasi-konsentrasi gas rumah kaca bertambah walaupun aktivitas perekonomian dunia melambat karena pandemi Covid-19.

Sekjen PBB Antonio Guterres menyebut laporan itu menunjukkan bahwa 2020 adalah tahun yang penuh dengan cuaca ekstrem dan gangguan iklim. Yang dipengaruhi oleh perubahan iklim yang sifatnya antropogenik atau disebabkan oleh kegiatan manusia.

Dampaknya tidak hanya pada kehidupan, tapi juga menghancurkan lingkungan dan memaksa jutaan orang tercerabut dari tempat tinggalnya. Guterres menyebut level ambisi iklim yang ada saat ini sangat jauh dari yang diharapkan.

“Ini tahun aksi. Seluruh negara harus berkomitmen mencapai emisi nol pada 2050. Dan harus bertindak sekarang untuk melindungi warga masyarakat dari bencana perubahan iklim. Waktu dengan cepat habis untuk memenuhi sasaran-sasaran Pakta Paris. Kita harus berbuat lebih dan lebih cepat saat ini juga,” tutur Guterres.

Pakta Iklim Paris 2015 tentang perubahan iklim menyerukan pembatasan pemanasan global di bawah dua derajat Celsius di atas level pra-industri. Dan seluruh negara harus berusaha membatasi kenaikan suhu itu menjadi 1,5 C.

WMO meyakini bahwa setidaknya ada satu dari lima peluang bahwa rata-rata suhu dunia dapat melebihi 1,5 C walau sifat temporer pada 2024.

Laporan tahunan setebal 56 halaman itu mendokumentasikan indikator-indikator sistem iklim. Termasuk naiknya suhu daratan dan lautan. Kenaikan permukaan air laut, melelehnya es di kutub, dan ancaman yang ditimbulkan oleh sungai es serta cuaca ekstrem.

Laporan itu juga menggarisbawahi dampaknya terhadap pembangunan ekonomi dan sosial, migrasi dan perpindahan penduduk, ketahanan pangan, serta ekosistem darat dan lautan.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com