Menu
Sign in
@ Contact
Search
Seorang tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 Covishield ke lengan seorang wanita yang memiliki gangguan penglihatan, di Bangalore, India, pada 26 Mei 2021. ( Foto: MANJUNATH KIRAN / AFP )

Seorang tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 Covishield ke lengan seorang wanita yang memiliki gangguan penglihatan, di Bangalore, India, pada 26 Mei 2021. ( Foto: MANJUNATH KIRAN / AFP )

WHO: Varian India Sudah Ditemukan di 53 Wilayah

Kamis, 27 Mei 2021 | 06:59 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

JENEWA, investor.id - Varian virus corona yang pertama kali terdeteksi di India kini telah secara resmi tercatat di 53 wilayah di seluruh dunia.

Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (26/5), pihaknya telah menerima informasi dari sumber tidak resmi bahwa varian B.1.617 tersebut telah ditemukan di tujuh wilayah lain. Dalam laporan epidemiologi mingguan badan kesehatan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), totalnya sekarang menjadi 60 wilayah.

Laporan tersebut mengatakan B.1.617 telah menunjukkan peningkatan penularan, sementara tingkat keparahan penyakit dan risiko infeksi sedang diselidiki.

Secara global selama seminggu terakhir, jumlah kasus baru dan angka kematian terus menurun dengan sekitar 4,1 juta kasus baru dan 84.000 kematian baru dilaporkan. Penurunan masing-masing 14% dan 2% dibandingkan dengan minggu sebelumnya.

WHO regional Eropa melaporkan penurunan kasus baru dan angka kematian terbesar dalam tujuh hari terakhir, diikuti oleh wilayah Asia Tenggara.

Jumlah kasus yang dilaporkan oleh wilayah Amerika, Mediterania Timur, Afrika, dan Pasifik Barat serupa dengan yang dilaporkan pada minggu sebelumnya.

"Meskipun tren global menurun selama empat minggu terakhir, kejadian kasus Covid-19 dan kematian tetap tinggi, dan peningkatan substansial telah diamati di banyak negara di seluruh dunia," kata dokumen yang dirilis Rabu (26/5).

Jumlah kasus baru tertinggi dalam tujuh hari terakhir dilaporkan dari India (1.846.055 kasus atau turun 23%), Brasil (451.424 kasus atau naik 3%), Argentina (213.046 kasus atau naik 41%), Amerika Serikat (188.410 kasus atau turun 20%), dan Kolombia (107.590 kasus atau turun 7%).

Deteksi Varian

Pembaruan data tersebut memberikan informasi tentang empat mutasi yang digolongkan sebagai varian yang menjadi perhatian. Pertama kali varian baru dilaporkan di Inggris (B.1.1.7), kemudian Afrika Selatan (B.1.351), Brasil (P.1), dan India (B.1.617).

Saat menghitung jumlah total wilayah yang melaporkan setiap varian, WHO menjumlahkan yang memiliki informasi resmi dan tidak resmi.

Varian B.1.1.7 sekarang telah dilaporkan di 149 wilayah, sedangkan B.1.351 di 102 wilayah, dan P.1 di 59 wilayah.

WHO membagi angka untuk varian B.1.617 menjadi tiga garis turunan, yakni B.1.617.1, B.1.617.2, dan B.1.617.3.

Turunan pertama telah dilaporkan di total 41 wilayah, yang kedua di 54 wilayah, dan yang ketiga di enam wilayah, antara lain Inggris, Kanada, Jerman, India, Rusia, dan Amerika Serikat (AS).

Jika digabungkan, garis keturunan varian B.1.617 secara resmi tercatat di 53 wilayah dan secara tidak resmi di tujuh wilayah lainnya.

Pembaruan tersebut juga mencantumkan enam varian yang sedang dipantau. Satu varian ditemukan pertama kali di beberapa negara, dua di antaranya pertama kali ditemukan di AS, sedangkan tiga lainnya pertama kali ditemukan di Brasil, Filipina, dan Prancis.

"Evolusi virus telah diperkirakan. Dan semakin banyak SARS-CoV-2 beredar, semakin banyak peluang yang dimilikinya untuk berkembang," kata laporan itu.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com