Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Berbagai jenis mata uang digital atau cryptocurrency. ( Foto: Ina Fassbender / AFP )

Berbagai jenis mata uang digital atau cryptocurrency. ( Foto: Ina Fassbender / AFP )

Banyak Perusahaan Kripto Tidak Penuhi Aturan Pencucian Uang

Jumat, 4 Juni 2021 | 06:29 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

LONDON, investor.id – Otoritas Perilaku Keuangan Inggris atau Financial Conduct Authority (FCA) mengingatkan pada Kamis (3/6) bahwa masih ada banyak perusahaan mata uang kripto (cryptocurrency) yang gagal memenuhi persyaratan otoritas Inggris untuk mencegah pencucian uang.

Menurut laporan, para pelaku bisnis yang menawarkan layanan terkait kripto diwajibkan untuk mendaftar ke Otoritas Perilaku Keuangan. Pihak regulator ini memperkenalkan aturan lisensi sementara bagi perusahaan-perusahaan yang pengajuan permohonannya belum disetujui, untuk memungkinkan mereka melanjutkan perdagangan.

FCA mengatakan pada Kamis bahwa mereka telah memperpanjang batas waktu Aturan Pendaftaran Sementara (Temporary Registration Regime) dari 9 Juli 2021 menjadi 31 Maret 2022.

“Ada sejumlah besar pelaku bisnis yang tidak memenuhi standar yang disyaratkan di bawah Peraturan Pencucian Uang (Money Laundering Regulations). Ini mengakibatkan banyak pelaku bisnis menarik pengajuan permohonan mereka. Tanggal yang diperpanjang memungkinkan perusahaan-perusahaan aset kripto (cryptoasset) untuk terus menjalankan bisnis, sementara FCA melanjutkan penilaian kuat,” demikian pernyataan FCA yang dikutip CNBC.

Saat ini, hanya lima perusahaan kripto yang terdaftar di FCA, termasuk Tyler dan Cameron Winklevoss' Gemini serta perusahaan start-up Inggris, Ziglu. Dan ada puluhan perusahaan lain yang mengajukan permohonan, yang masih berada di daftar Aturan Pendaftaran Sementara.

Sebagai informasi, kehadiran mata uang kripto seperti bitcoin sudah sejak lama menuai kekhawatiran atas penggunaannya dalam kegiatan-kegiatan ilegal, seperti pencucian uang dan serangan siber. Pasalnya, orang-orang yang bertransaksi tidak mengungkapkan identitas mereka.

Para pejabat juga telah memperingatkan tentang sifat spekulatif dari aset kripto. Bahkan, pada Januari, FCA mengeluarkan peringatan keras kepada para investor mata uang kripto.

“Berinvestasi dalam aset kripto, atau investasi dan pinjaman yang terkait dengannya, umumnya melibatkan pengambilan risiko yang sangat tinggi dengan uang investor. Jika konsumen berinvestasi dalam jenis produk ini, mereka harus siap kehilangan semua uang mereka,” kata regulator.

FCA kembali menegaskan sikapnya pada Kamis (3/6) dan memperingatkan bahwa banyak mata uang kripto yang sangat spekulatif, dan karenanya dapat kehilangan nilai dengan cepat.

Gubernur Bank of England Andrew Bailey – yang mantan CEO FCA – pada bulan lalu juga memberikan pernyataan serupa.

“Mata uang kripto tidak memiliki nilai intrinsik. Beli hanya jika Anda siap kehilangan semua uang Anda,” ujarnya.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN