Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Foto yang diambil pada 28 November 2020 menunjukkan, seorang pekerja di pabrik suku cadang sepeda motor di Huaibei, Provinsi Anhui timur, Tiongkok. ( Foto: STR / AFP )

Foto yang diambil pada 28 November 2020 menunjukkan, seorang pekerja di pabrik suku cadang sepeda motor di Huaibei, Provinsi Anhui timur, Tiongkok. ( Foto: STR / AFP )

Impor Tiongkok Tertinggi Satu Dekade

Selasa, 8 Juni 2021 | 06:33 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

BEIJING, investor.id - Ekspor Tiongkok naik 27,9% pada Mei 2021. Sedangkan impor tumbuh pada laju tercepat dalam lebih dari satu dekade seiring ekonomi global pulih dari krisis pandemi.

Permintaan barang-barang Tiongkok telah melambung setelah dilonggarkannya karantina dan pembatasan-pembatasan akibat pandemi Covid-19 yang telah menjatuhkan ekonomi tahun lalu. Pemulihan ekonomi global juga didorong oleh pelaksanaan vaksinasi di banyak belahan dunia.

Angka-angka tersebut juga didorong oleh basis perbandingan yang rendah tahun lalu, ketika virus corona menyebar dengan cepat. Ekspor dari ekonomi terbesar kedua di dunia mencatat pertumbuhan yang kuat, tetapi lebih rendah dari ekspektasi 32,0%.

"Sejujurnya, itu adalah angka yang sangat kecil menurut standar siapa pun dan menunjukkan bahwa permintaan global tetap kuat," kata Jeffrey Halley dari OANDA, Senin (7/6), yang dikutip AFP.

Pada Mei pertumbuhan impor mencapai tingkat tertinggi sejak Januari 2011, mencapai pada 51,1% sejak awal tahun, juga sedikit di bawah ekspektasi jajak pendapat analis Bloomberg.

Namun tetap saja, impor dan ekspor ke mitra dagang utama Tiongkok termasuk blok Asean di Asia Tenggara, Uni Eropa (UE), dan Amerika Serikat (AS) telah meningkat dalam lima bulan pertama tahun ini.

"Ini masih merupakan angka yang cukup sehat. Kami tahu bahwa permintaan global masih pulih dan tren itu kemungkinan akan berlanjut menjelang akhir kuartal kedua dan memasuki kuartal ketiga saat ekonomi maju utama terbuka," ujar Jonathan Cavenagh, ahli strategi Informa Global Markets, kepada Bloomberg TV.

Angka ekspor yang lebih rendah dari perkiraan kemungkinan disebabkan gangguan pelabuhan karena tindakan kontrol Covid-19 yang lebih ketat pada akhir Mei, setelah virus corona terdeteksi di antara staf.

"Saya pikir ada beberapa gangguan pada Mei dari pelabuhan," tutur kepala ekonom ING untuk Greater China Iris Pang.

Ia mengacu pada kemacetan baru-baru ini di Pelabuhan Yantian, Tiongkok selatan. Pang menambahkan, insiden Terusan Suez ketika sebuah kapal besar yang terdampar memblokir arteri maritim yang kritis selama enam hari pada Maret juga mempengaruhi perdagangan ekspor dan impor Tiongkok.

Pengiriman barang-barang elektronik telah mendukung ekspor Tiongkok, naik 31,9% secara tahunan di bulan hingga Mei. Sementara itu pertumbuhan permintaan tekstil, termasuk produk masker untuk mencegah penyebaran virus, telah mereda dan turun 10,3%.

Kepala ekonom Tiongkok Nomura Lu Ting mencatat bahwa faktor di balik pertumbuhan impor di antaranya disebabkan kenaikan harga komoditas dan apresiasi yuan yang kuat.

Pihak berwenang mengatakan pada Senin bahwa volume dan harga impor bijih besi, minyak mentah, dan kedelai telah meningkat.

Surplus perdagangan Tiongkok secara keseluruhan mencapai US$ 45,53 miliar sepanjang Mei, sehingga penurunan tahunan sebesar 26,5%.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN