Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bitcoin. ( Foto: Karen Bleier / AFP

Bitcoin. ( Foto: Karen Bleier / AFP

Harga Bitcoin Merosot 8%

Rabu, 9 Juni 2021 | 05:57 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

MASSACHUSETTS, investor.id – Harga bitcoin pada Selasa (8/6) dilaporkan merosot lagi. Menurut data Coin Metrics, mata uang kripto terbesar di dunia itu dilaporkan turun hampir 8% pada pukul 06.30 pagi waktu setempat menjadi US$ 32.817. Koin-koin digital yang lebih kecil juga merosot, di mana ether turun 9% menjadi US$ 2.482 dan XRP merosot sekitar 8%.

Tidak ada alasan yang jelas soal penurunan itu, tetapi kemungkinan terkait dengan kekhawatiran atas keamanan mata uang kripto (cryptocurrency). Setelah para pejabat Amerika Serikat (AS) berhasil menyita sebagian besar uang tebusan yang dibayarkan untuk para peretas yang menargetkan Colonial Pipeline.

Dokumen pengadilan menyatakan, para penyelidik dapat mengakses kata sandi salah satu dompet bitcoin peretas. Uang itu kemudian ditemukan oleh satuan tugas yang baru-baru ini diluncurkan di Washington – yang dibentuk sebagai bagian dari tanggap pemerintah terhadap peningkatan serangan siber.

Diungkapkan pada April, bahwa 2021 ingin dijadikan sebagai tahun yang sangat menguntungkan untuk aset digital, mengingat harga bitcoin sempat mencapai harga US$ 60.000 untuk pertama kalinya.

Tetapi penurunan harga kripto baru-baru ini sudah mengguncang kepercayaan di pasar. Pasalnya, harga bitcoin merosot hampir US$ 30.000 pada bulan lalu, dan saat ini turun hampir 50% dari level tertingginya sepanjang masa. Sekarang, mata uang digital itu hanya naik 14% sejak awal tahun, meskipun harganya masih lebih dari tiga kali lipat dari tahun lalu.

Uang Tebusan Colonial

Menurut laporan Senin (7/6), para pejabat penegak hukum AS mengatakan telah menyita uang tebusan senilai US$ 2,3 juta dalam bentuk bitcoin yang dibayarkan kepada DarkSide – sebuah kelompok penjahat dunia maya di balik serangan siber yang melumpuhkan pada Colonial Pipeline.

Menurut dokumen pengadilan, Biro Investigasi Federal (FBI) dapat mengakses kata sandi dari salah satu dompet bitcoin peretas. Bitcoin sendiri disebut sering menjadi mata uang pilihan bagi peretas yang meminta pembayaran tebusan untuk mendekripsi data yang dikunci oleh malware, yang dikenal sebagai ransomware.

Kantor media Crypto Decrypt melaporkan ada desas-desus tidak berdasar, bahwa dompet bitcoin penyerang telah diretas, sebuah skenario yang tidak mungkin.

Sebelum ditutup, DarkSide dilaporkan telah menerima uang tebusan bitcoin senilai US$ 90 juta. DarkSide mengoperasikan model bisnis layanan ransomware, di mana para peretas mengembangkan dan memasarkan alat ransomware, dan menjualnya ke afiliasi yang kemudian melakukan serangan.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN