Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Para pejalan kaki memakai masker dengan diturunkan ke dagu, sedang berjalan melewati toko-toko di Oxford Street, di pusat kota London, pada 7 Juni 2021. ( Foto: NIKLAS HALLEN / AFP )

Para pejalan kaki memakai masker dengan diturunkan ke dagu, sedang berjalan melewati toko-toko di Oxford Street, di pusat kota London, pada 7 Juni 2021. ( Foto: NIKLAS HALLEN / AFP )

Varian Delta 60% Lebih Menular

Sabtu, 12 Juni 2021 | 06:46 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

LONDON, investor.id – Pemerintah Inggris menyampaikan pada Jumat (11/6) bahwa varian baru virus corona Covid-19 Delta disebut 60% lebih mudah menular di kalangan rumah tangga dibandingkan varian sebelumnya yang telah memaksa Inggris untuk memberlakukan karantina (lockdown) pada Januari lalu.

Menurut laporan, varian Delta – yang pertama kali muncul di India – telah menyebabkan peningkatan kasus infeksi di Inggris. Hal ini kemudian memicu pertanyaan, apakah aturan pembatasan dan jaga jarak sosial akan dicabut sesuai rencana, mulai 21 Juni.

Penelitian baru dari Public Health England (PHE) menunjukkan, varian Delta dikaitkan dengan sekitar 60% peningkatan risiko penularan rumah tangga dibandingkan varian Alpha yang pertama kali diidentifikasi di wilayah Inggris tenggara.

Data Public Health England, sejauh ini mencatat ada 42.323 kasus terinfeksi varian Delta yang teridentifikasi di Inggris, atau naik dari 29.892 pada 2 Juni.

Sebagai informasi, varian Alpha telah menyebabkan lonjakan kasus infeksi Covid pada Januari sebelum kampanye vaksin massal digiatkan. Saat itu pihak berwenang menerapkan karantina selama tiga bulan karena banyak rumah sakit yang telah mencapai kapasitas pasien.

Sejak itu, pemerintah meningkatkan upaya vaksinasi. Dan sekarang tercatat sudah memberikan hampir 41 juta dosis vaksin pertama serta hampir 29 juta dosis vaksin kedua untuk kelompok dewasa di atas usia 25 tahun. Ini berarti ada 43% dari total populasi yang sudah memperoleh vaksinasi lengkap dan 18% baru memperoleh vaksin dosis pertama.

“Kasusnya meningkat lagi, dengan infeksi harian baru mencapai 7.393 pada Kamis, level luar biasa yang belum terlihat sejak Februari. Dan lebih dari 90% kasus baru adalah varian Delta,” demikian pernyataan pemerintah, yang dikutip AFP.

Meski demikian, jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit tetap rendah yakni hanya lebih dari 1.000 pada Kamis (10/6). Menurut Menteri Kesehatan Matt Hancock, sebagian besar pasien rawat inap adalah mereka yang tidak divaksinasi.

CEO Badan Keamanan Kesehatan Inggris Jenny Harries mengatakan, dua dosis vaksin yang disuntikkan mampu memberi perlindungan lebih signifikan terhadap varian Delta daripada satu kali suntik.

Inggris telah melaporkan 127.867 kematian akibat virus, di mana ini adalah jumlah korban tertinggi di Eropa.

Berdasarkan road map pemerintah, Inggris berencana membatalkan aturan tentang jumlah kerumunan orang dalam pertemuan sosial, mengizinkan pelaksanaan pernikahan besar dan pembukaan kembali klub malam mulai 21 Juni. Tetapi para pejabat menekankan bahwa mereka terbuka untuk mengubah tanggal ini jika ada perubahan situasi dan keputusan akan diambil pada pekan depan karena banyak pelaku usaha yang mendorong dibuka kembali kegiatan berbisnisnya. 


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN