Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mata uang kripto, bitcoin. ( Foto: Getty Images )

Mata uang kripto, bitcoin. ( Foto: Getty Images )

Digitalisasi Uang dapat Membuat Kripto Lebih Menarik

Senin, 14 Juni 2021 | 06:36 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

NEW YORK, investor.id – Dua pengelola dana kripto berpendapat bahwa digitalisasi mata uang, termasuk dolar AS, tidak akan mematikan mata uang digital seperti bitcoin. Malahan akan membuatnya lebih menarik bagi lebih banyak investor.

Di tengah makin banyak bank sentral di seluruh dunia yang mempertimbangkan digitalisasi mata uang masing-masing, tren ini dapat mendorong lebih banyak investor masuk ke kripto. Pendapat ini dikemukakan Michael Sonnenshein dari Grayscale dan Greg King dari Osprey Funds, seperti dilansir CNBC pada Sabtu (12/6).

“Tidak akan menggantikan atau pun menggerus pang pasar atau bersaing dengan mata uang-mata uang terdesentralisasi seperti bitcoin. Saya pikir seluruh tren menuju digitalisasi uang adalah sesuatu yang akan mendorong para investor dan juga masyarakat umum untuk masuk ke pasar investasi,” kata Sonnenshein, CEO Grayscale.

Perusahaan yang ia pimpin saat ini mengelola dana berbasis bitcoin terbesar di dunia, yakni Grayscale Bitcoin Trust (GBTC). Dengan dana kelolaan lebih dari US$ 24 miliar.

Walaupun bitcoin belum digunakan secara luas sebagai alat pembayaran, tapi perannya dalam menjaga nilai uang dapat memperkuat mata uang-mata uang digital yang didukung oleh pemerintah.

“Bayangkan mata uang kertas di seluruh dunia didigitalkan. Saya pikir itu akan mendorong lebih banyak orang ke bitcoin misalnya. Dan ini akan memberikan lebih banyak kontrol kepada pemerintah dibandingkan peredaran uang biasa dan akan banyak orang masuk ke bitcoin karena masalah kontrol itu,” ujar King, CEO Osprey.

Osprey saat ini menjalankan Osprey Bitcoin Trust (OBTC) dan juga Osprey Algorand Trust. Yang terakhir ini berlandaskan teknologi yang saat ini dipakai oleh para bank sentral dalam proyek mata uang digitalnya.

Kedua CEO tersebut menambahkan, semakin adopsi bitcoin meningkat di seluruh dunia, valuasinya juga akan semakin besar.

“Saya sangat gembira melihat mereka yang sudah masuk ke dalam ekosistem ini dan ragam orang yang berpartisipasi dalam kelas asset ini. Dampaknya terhadap harga masih harus ditunggu, tapi pelembagaan kelas aset ini sudah tiba dan akan ada selamanya,” tutur Sonnenshein.

King memperkirakan bull market untuk bitcoin akan bertahan panjang dan harganya akan terus naik.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN