Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dosis-dosis vaksin virus corona Covid-19 buatan Pfizer-Biontech di pusat vaksinasi di Magdeburg, Jerman timur pada 27 Desember 2020. ( Foto: Ronny Hartmann / POOL / AFP )

Dosis-dosis vaksin virus corona Covid-19 buatan Pfizer-Biontech di pusat vaksinasi di Magdeburg, Jerman timur pada 27 Desember 2020. ( Foto: Ronny Hartmann / POOL / AFP )

Perlindungan Vaksin Covid-19 Berkurang Setelah 6 Bulan

Kamis, 26 Agustus 2021 | 07:09 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

LONDON, investor.id - Perlindungan yang diberikan dua dosis vaksin Covid-19 buatan Pfizer dan AstraZeneca berkurang seiring waktu dalam rentang kurang dari enam bulan. Menurut sebuah hasil penelitian yang dipublikasikan pada Rabu (25/8), hal itu menunjukkan bahwa suntikan booster mungkin diperlukan untuk memastikan cakupan perlindungan yang lebih panjang.

Temuan terbaru itu muncul saat sejumlah negara meluncurkan dosis tambahan setelah vaksinasi lengkap. Langkah ini dikritik oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) karena jutaan orang di dunia belum menerima satu dosis pun.

Menurut analisis data terbaru dari Zoe Covid Study, vaksin Pfizer dikatakan memiliki efektivitas 88% sebulan setelah dosis kedua. Tetapi perlindungannya turun menjadi 74% setelah lima hingga enam bulan.

Studi ini menggunakan data dunia nyata yang dikumpulkan melalui aplikasi ponsel dengan lebih dari satu juta pengguna aktif, yang memasukkan rincian tentang vaksinasi dan hasil tes mereka. Data ini kemudian dianalisis oleh para peneliti, termasuk oleh ilmuwan di King's College London.

Studi ini menarik sampel atas lebih dari 1,2 juta hasil tes dan peserta. Perlindungan dari vaksin AstraZeneca turun dari 77% satu bulan setelah dosis kedua menjadi 67% setelah empat sampai lima bulan.

Ilmuwan utama aplikasi Zoe, Profesor Tim Spector mengatakan bahwa diperlukan lebih banyak data tentang bagaimana efektivitas vaksin berubah dalam kelompok usia yang berbeda.

Kasus di Inggris meningkat tajam setelah pembatasan sosial dicabut pada Juli, tetapi jumlah pasien Covid-19 yang dirawat inap masih stabil untuk bulan lalu.

Tetapi Spector, yang juga profesor epidemiologi genetik di King's College London, mengingatkan bahwa efektivitas vaksin yang menipis di antara yang paling rentan dapat menyebabkan lebih banyak pasien rawat inap hingga kemungkinan kenaikan angka kematian pada musim dingin mendatang.

"Menurut pendapat saya, skenario terburuk yang masuk akal dapat menghasilkan perlindungan di bawah 50% untuk orang tua dan petugas kesehatan pada musim dingin," katanya, Rabu (25/8).

Jika tingkat infeksi tetap tinggi, didorong oleh varian Delta yang lebih menular dan pelonggaran pembatasan, skenario ini bisa berarti peningkatan rawat inap dan kematian. "Kami sangat perlu membuat rencana untuk booster vaksin," ujar ilmuwan itu.

Ia juga mengatakan pemerintah Inggris perlu memutuskan apakah fokusnya saat ini pada vaksinasi anak-anak adalah masuk akal, jika tujuannya adalah untuk mengurangi kematian dan penerimaan di rumah sakit.

Temuan terbaru ini datang setelah studi lain yang dilakukan para ilmuwan Universitas Oxford, diterbitkan minggu lalu. Penelitian tersebut menemukan bahwa efektivitas vaksin Pfizer menurun lebih cepat daripada AstraZeneca.

Pemerintah Inggris saat ini mulai memvaksinasi orang yang lebih tua atau orang yang rentan secara klinis pada Desember tahun lalu. Dengan demikian, suntikan booster yang paling banyak dibutuhkan orang-orang yang telah divaksinasi lengkap selama setengah tahun dan sekarang negara cenderung berada pada peningkatan risiko infeksi.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN