Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mobil sedang listrik model Han buatan BYD, produsen baterai sekaligus kendaraan listrik dari Tiongkok.  Foto ilustrasi: paultan.org

Mobil sedang listrik model Han buatan BYD, produsen baterai sekaligus kendaraan listrik dari Tiongkok. Foto ilustrasi: paultan.org

Tiongkok akan Setop Subsidi Mobil Listrik

Senin, 3 Januari 2022 | 08:57 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

BEIJING, investor.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Tiongkok menyampaikan bakal mengakhiri subsidi mobil listrik dan hybrid pada akhir 2022. Hal ini berarti penjualan untuk sektor kendaraan listrik tidak lagi memerlukan bantuan pemerintah.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Jumat (31/12), Kemenkeu Tiongkok mengatakan subsidi pembelian akan dikurangi sebesar 30% persen mulai awal 2022 sebelum dihapuskan sepenuhnya pada akhir tahun.

“Mengingat pertumbuhan industri untuk kendaraan dengan energi baru, tren penjualan dan kelancaran transisi pabrikan maka subsidi akan berakhir pada 31 Desember. Kendaraan yang terdaftar setelah 31 Desember 2022 tidak akan disubsidi,” ungkap Kemenkeu Tiongkok yang dilansir AFP.

Tetapi, produsen mobil multinasional Tiongkok NIO menuturkan pada Jumat (31/12) bahwa para pembeli kendaraan model ES8, ES6, dan EC6 yang telah membayar deposit pada atau sebelum hari terakhir Desember 2021 dan menerima pengiriman pembelian sebelum 31 Maret 2022, masih dapat menikmati subsidi di bawah aturan 2021.

“Setiap kekurangan di bawah kebijakan 2022 akan ditanggung oleh perusahaan yang berbasis di Shanghai tersebut,” demikian menurut pernyataan.

Sebelumnya, kementerian telah mengatakan pada April 2020 bahwa subsidi kendaraan energi baru (new energy vehicles/ NEV) akan dikurangi bertahap dari 2020 hingga 2022 masing- masing sebesar 10%, 20% dan 30%. Bagi kendaraan listrik untuk moda angkutan umum, subsidi dipangkas sebesar 10% pada 2021 dan 20% pada 2022 Penjualan mobil listrik dan hybrid telah berkembang pesat di Negeri Tirai Bambu, dengan peningkatan lebih dari 100% year-on-year (yoy) dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut perkiraan Asosiasi Produsen Mobil Tiongkok atau China Association of Automobile Manufacturers (CAAM) pada pekan lalu, mobil-mobil tersebut akan mewakili 18% dari semua penjualan kendaraan pada 2022. Angka ini lebih tinggi dibandingkan 2019 yang hanya menyumbang lima persen.

Target Mobil Energi Bersih

CAAM menambahkan, dari 27,5 juta kendaraan yang akan dijual tahun ini, sebanyak lima juta adalah mobil listrik dan hybrid. Selain itu, pertumbuhan keseluruhan di pasar kendaraan terbesar di dunia itu kemungkinan mencapai 3,1% pada 2021 – sebagai tahun pertama pertumbuhan penjualan sejak 2018.

CAAM sebelumnya memperkirakan pada Desember 2021, penjualan kendaraan energi baru di Tiongkok akan tumbuh sebesar 47% menjadi 5 juta pada 2021.

Tiongkok, sebagai pasar mobil terbesar di dunia juga sudah menetapkan target untuk kendaraan energi baru, termasuk jenis hybrid plug-in dan kendaraan cell bahan bakar hydrogen guna menghasilkan 20% dari penjualan mobil pada 2025.

Tiongkok adalah negara pencemar terbesar di dunia, namun telah menetapkan tujuan ambisius untuk adopsi kendaraan listrik dan hybrid secara luas dan menargetkan agar sebagian besar mobil ditenagai dengan energy bersih pada 2035.

Di sisi lain, para produsen mobil global seperti Volkswagen, General Motors Co, Toyota Motor Corp., dan Tesla Inc., pun sedang meningkatkan produksi kendaraan listriknya di Tiongkok.

Ditambahkan oleh Kemenkeu Tiongkok, bahwa pihak berwenang akan memperketat pengawasan masalah keamanan kendaraan energi baru guna mencegah kecelakaan. (afp/sumber lain)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN