Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. Foto: JIM WATSON / AFP

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. Foto: JIM WATSON / AFP

Biden Puji Investasi Baru Intel di Chip

Senin, 24 Januari 2022 | 23:06 WIB
Iwan Subarkah (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memuji Intel yang berencana mengeluarkan US$ 20 miliar untuk membangun pabrik semikonduktor baru di AS. Ia menyebutnya sebagai investasi bersejarah di saat dunia dihadapkan pada kelangkaan chip dan turut berperan dalam kenaikan inflasi.

Biden sebelumnya mendorong perusahaan-perusahaan manufaktur untuk mengembalikan produksinya ke AS. Negeri Paman Sam sebelumnya adalah pemimpin pasar dalam produksi chip untuk berbagai perangkat rumah tangga, teknologi, hingga kendaraan.

Kelangkaan chip global ini terjadi sepanjang pandemi Covid-19. Intel menyatakan akan memulai pembangunan pabrik baru tersebut pada akhir tahun. Dengan lokasi di dua fasilitasnya di Negara bagian Ohio.

Sedangkan produksi chip-nya diharapkan paling cepat dimulai pada 2025. “Ini merupakan investasi yang sangat bersejarah di Amerika dan bagi para pekerja Amerika. Ini merupakan salah satu investasi terbesar dalam manufaktur semikonduktor dalam sejarah Amerika,” ujar Biden di Gedung Putih, di samping CEO Intel Pat Gelsinger, akhir pekan lalu, seperti dikutip AFP.

Intel pada Jumat (21/1) menyampaikan bahwa investasi ini baru bagian pertama dari total US$ 100 miliar, yang rencananya digelontarkan di sebuah lokasi besar yang dapat menampung delapan pabrik chip.

Menurut laporan, rencana investasi itu akan menciptakan 3.000 lapangan kerja tetap dan 7.000 lapangan kerja kontrak di lahan seluas 1.000 hektare di daerah Licking County, tepat di luar kota Columbus, Ohio.

Gelsinger mengatakan investasi ini adalah bagian dari rencana Intel untuk ekspansi, terutama di Eropa dan Amerika Serikat. “Pabrik-pabrik ini akan menciptakan episentrum baru untuk pembuatan chip canggih di AS yang akan meningkatkan jalur rumah produksi domestik skala kecil Intel,” ujar Gelsinger dalam sebuah pernyataan, yang dilansir Reuters.

Intel sendiri berusaha merebut kembali posisinya sebagai produsen chip terkecil dan tercepat dari Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), asal Taiwan, yang saat ini sedang memimpin. Namun, rencana pembangunan pabrik chip baru oleh Intel tidak akan mengurangi krisis permintaan saat ini, mengingat kompleksitasnya yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dibangun.

Pada September tahun lalu, Intel mendirikan dua pabrik di Arizona sebagai bagian dari rencana perubahannya untuk menjadi produsen utama chip di luar pelanggan. Pabrik senilai US$ 20 miliar itu bakal menambah jumlah total pabrik Intel di kampusnya di daerah pinggiran Phoenix, Chandler, menjadi enam.

Di sisi lain, Pemerintahan Presiden Joe Biden ingin Kongres menyetujui usulan anggaran US$ 52 miliar untuk memperluas manufaktur semikonduktor AS. Senat telah meloloskan anggaran pada Juni lalu, tetapi pergerakannya terhenti di Dewan Perwakilan Rakyat. (afp/sumber lain/sn)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN