Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres berbicara tentang konflik Rusia-Ukraina, beberapa hari setelah serangan dimulai. (FOTO: KENA BETANCUR / AFP)

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres berbicara tentang konflik Rusia-Ukraina, beberapa hari setelah serangan dimulai. (FOTO: KENA BETANCUR / AFP)

Perang Rusia-Ukraina: Sekjen PBB Peringatkan Soal Kehancuran Sistem Pangan Global

Selasa, 15 Maret 2022 | 08:37 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

PBB, investor.id – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan bahwa dunia harus bertindak untuk mencegah badai kelaparan dan kehancuran sistem pangan global, menyusul serangan pemerintah Rusia ke Ukraina.

Sekretaris jenderal (sekjen) tersebut mengatakan kepada wartawan di New York bahwa perang berisiko memicu konsekuensi luas bagi pasokan makanan global. Ini akan berdampak buruk bagi yang termiskin.

Advertisement

“Perang ini jauh melampaui Ukraina. Ini juga merupakan serangan terhadap orang dan negara paling rentan di dunia,” kata Guterres, Senin (14/3).

Bahkan sebelum perang, katanya, negara-negara berkembang berjuang untuk pulih dari pandemi.

Baca juga: Minyak Anjlok 5%, Negosiasi Diplomatik Rusia-Ukraina Alami Kemajuan

Indeks Harga Pangan Tertinggi

Sejumlah negara telah mencatat rekor inflasi, kenaikan suku bunga, dan beban utang menjulang.

“Sekarang keranjang roti mereka dibom,” imbuhnya. Guterres mencatat bahwa Ukraina menyediakan lebih dari setengah pasokan gandum untuk Program Pangan Dunia (WFP).

Baca juga: IMF: Rusia Kemungkinan Default, Tak akan Picu Krisis Keuangan Global

Dia memperingatkan bahwa indeks harga pangan global PBB berada pada level tertinggi yang pernah ada. Sebanyak 45 negara kurang berkembang di dunia mengimpor setidaknya sepertiga kebutuhan gandum mereka dari Ukraina atau Rusia.

Negara-negara itu termasuk Burkina Faso, Mesir, Republik Demokratik Kongo, Lebanon, Libya, Somalia, Sudan, dan Yaman.

“Kita harus melakukan segala yang mungkin untuk mencegah badai kelaparan dan kehancuran sistem pangan global,” ujarnya, menyerukan diakhirinya permusuhan dengan segera.

Sekjen itu berbicara di sela-sela pengarahan Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE) kepada Dewan Keamanan (DK).

Kegagalan Strategis

Menteri Luar Negeri (Menlu) Polandia, yang memegang jabatan presiden bergilir OSCE untuk 2022, mengatakan bahwa serangan militer Rusia ke Ukraina telah menjadi kegagalan strategis dan taktis.

Menlu Zbigniew Rau mengatakan bahwa kegagalan strategis ini telah membuat pemerintah Rusia mengubah taktiknya untuk mulai menargetkan warga sipil.

“Ini menyedihkan dan memalukan dan merupakan terorisme negara,” tambahnya.

Rau mengatakan bahwa agresi Rusia mengancam keberadaan OSCE. Tetapi dia menambahkan akan segera melakukan perjalanan ke Moldova dan Balkan untuk membuktikan keterlibatan OSCE dalam membantu mengakhiri perang.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

BAGIKAN