Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) di markasnya di Roma, Italia. ( Foto: AFP )

Logo Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) di markasnya di Roma, Italia. ( Foto: AFP )

FAO: Konflik Ukraina Berdampak Besar pada Ketahanan Pangan

Kamis, 17 Maret 2022 | 09:41 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Kepala ekonom Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) Perserikatan Bangsa-Bangsa, Maximo Torero memperingatkan kemungkinan besar korban konflik Ukraina terhadap ketahanan pangan dunia.

“Untuk menilai dampak potensial pada harga pangan internasional yang disebabkan oleh pengurangan ekspor sereal dan minyak nabati yang disebabkan oleh konflik dari Ukraina dan Rusia, simulasi telah dilakukan,” katanya dikutip Antara, Kamis (17/3/2022).

Berdasarkan nilai dasar yang sudah meningkat, harga gandum akan meningkat sebesar 8,7 % dalam skenario guncangan sedang dan 21,5 % dalam skenario guncangan berat, katanya kepada wartawan di Markas Besar PBB di New York.

Baca juga: FAO Apresiasi Kemajuan Pertanian dan Ketahanan Pangan Indonesia Selama Pandemi

Untuk jagung, kenaikannya akan menjadi 8,2% dalam kasus sedang dan 19,5% dalam skenario parah. Untuk biji-bijian kasar lainnya, harga naik 7-19,9%, dan minyak sayur 10,5-17,9%. Secara global, dalam hal dampak terhadap ketahanan pangan, dalam skenario moderat, jumlah orang yang kekurangan gizi akan meningkat sebesar 7,6 juta orang, sementara tingkat ini akan meningkat menjadi 13,1 juta orang dalam keadaan guncangan berat.

Selain itu, lanjut Torero, tekanan kenaikan harga pupuk tambahan berasal dari gangguan dan biaya transportasi yang tinggi menyusul pemberlakuan pembatasan ekspor dan karena kenaikan tajam tarif angkutan curah dan peti kemas yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.

Harga pangan internasional telah mencapai titik tertinggi sepanjang masa bahkan sebelum konflik di Ukraina. Indeks Harga Pangan FAO rata-rata 140,7 poin di Februari, naik 3,9% dari Januari, dan 20,7% di atas levelnya setahun sebelumnya.

Pada 2021, Rusia dan Ukraina berada di peringkat teratas pengekspor gandum, jagung, rapeseed, biji bunga matahari, dan minyak bunga matahari. Untuk bagiannya, Rusia juga berdiri sebagai pengekspor pupuk nitrogen terbesar di dunia dan pemasok pupuk kalium dan fosfor terbesar kedua.

Baca juga: FAO Puji Capaian Pembangunan Pertanian Indonesia di Masa Covid-19

Secara keseluruhan, Torero menjelaskan hampir 50 negara bergantung pada Rusia dan Ukraina untuk lebih dari 30 % kebutuhan impor gandum mereka. Dari jumlah tersebut, 26 negara bergantung pada kedua negara untuk lebih dari 50 % kebutuhan impor gandum mereka.

Torero menyebut, gandum adalah makanan pokok bagi lebih dari 35 % populasi dunia. Krisis tersebut merupakan tantangan terhadap ketahanan pangan bagi banyak negara, terutama bagi negara-negara berpenghasilan rendah, yang bergantung pada impor pangan, dan populasi yang rentan.

Di sektor gandum dan meslin, Rusia adalah pengekspor gandum global teratas, mengirimkan total 32,9 juta ton gandum dan meslin, atau setara dengan 18 % pengiriman global pada 2021. “Ukraina adalah pengekspor gandum terbesar kelima pada 2021, mengekspor 20 juta ton gandum dan meslin dan dengan pangsa pasar global 10 %,” katanya.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN