Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Ethereum. (Sumber: freecodecamp.org)

Ilustrasi Ethereum. (Sumber: freecodecamp.org)

Pakar Kripto AS Dipenjara 63 Bulan karena Membantu Korut

Rabu, 13 April 2022 | 15:00 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

NEW YORK, investor.id – Seorang pakar mata uang kripto (cryptocurrency) asal Amerika Serikat (AS) dijatuhi hukuman 63 bulan penjara karena memberi membantu otoritas Korea Utara (Korut). Ia memberikan konsultasi cara membuat layanan kripto dan teknologi blockchain untuk menghindari sanksi AS atas program nuklirnya, kata pejabat pengadilan di New York, AS.

Virgil Griffith (39) telah mengaku bersalah berkonspirasi untuk melanggar hukum AS, dalam upaya mengurangi hukuman atas kejahatan yang dapat membuatnya dipenjara hingga 20 tahun.

Advertisement

Baca juga: Adik Kim Jong Un: Nuklir Korut Bisa Melenyapkan Selatan

Jaksa Damian Williams mengatakan, tidak diragukan lagi Korut merupakan ancaman keamanan nasional bagi AS. Rezim itu juga telah berkali-kali menunjukkan bahwa pihaknya tidak akan berhenti mengabaikan undang-undang AS untuk keuntungannya sendiri.

“(Griffith telah) mengakui di pengadilan bahwa dia mengambil tindakan menghindari sanksi, yang diberlakukan untuk mencegah (Korut) membuat senjata nuklir,” jelasnya, dilansir dari AFP pada Rabu (13/4).

Pada April 2019 Griffith memberikan presentasi di Pyongyang, ibu kota Korut, tentang kripto dan teknologi blockchain. Dia ditangkap di bandara Los Angeles pada November tahun yang sama.

Pada konferensi tersebut Griffith memberikan informasi tentang bagaimana Korut dapat menggunakan teknologi tersebut untuk mencuci uang dan menghindari sanksi, termasuk melalui smart crypto, menurut pengadilan.

“(Griffith) mengejar rencana untuk memfasilitasi pertukaran mata uang kripto antara Republik Rakyat Demokratik Korea dan Korea Selatan, meskipun mengetahui bahwa membantu pertukaran semacam itu akan melanggar sanksi terhadap DPRK,” jelas jaksa penuntut, menggunakan nama resmi Korut.

Baca juga: Update Perang di Ukraina: Biden Tuduh Rusia Genosida hingga Warga yang Mulai Kembali ke Ukraina

Pemerintah AS melarang ekspor barang, jasa, atau teknologi ke Korut tanpa izin khusus dari Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri Departemen Keuangan.

Selain hukuman 63 bulan penjara, Griffith akan menghabiskan tiga tahun masa percobaan.

Griffith meraih gelar doktor dari California Institute of Technology dan juga bekerja di Ethereum, platform global berbasis di Singapura dengan teknologi blockchain untuk penggunaan bisnis dan keuangan. Ethereum memiliki mata uang kripto yang dinamai menurut nama perusahaan.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

BAGIKAN