Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden AS Joe Biden menyampaikan pernyataan tentang bantuan AS ke Ukraina di Gedung Kantor Eksekutif Eisenhower dekat Gedung Putih, Washington, DC pada 16 Maret 2022. (FOTO: ALEX WONG / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Presiden AS Joe Biden menyampaikan pernyataan tentang bantuan AS ke Ukraina di Gedung Kantor Eksekutif Eisenhower dekat Gedung Putih, Washington, DC pada 16 Maret 2022. (FOTO: ALEX WONG / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Biden Umumkan Rencana Baru Tambah Perumahan AS untuk Turunkan Inflasi

Selasa, 17 Mei 2022 | 09:58 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

WASHINGTON, investor.id – Dihadapkan dengan kekurangan perumahan yang telah menaikkan harga dan sewa, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden meluncurkan rencana untuk meningkatkan pasokan dan keterjangkauan dengan menambah perumahan. Ini diharapkan dapat menurunkan inflasi, yang sebagian besar didorong kenaikan harga rumah AS.

Indeks harga konsumen (CPI) naik dengan kecepatan tercepat sejak awal 1980-an dan hampir sepertiganya disebabkan oleh kenaikan biaya perumahan. Setelah rilis data tersebut, Biden mengatakan bahwa mengatasi inflasi AS adalah prioritas utamanya.

Baca juga: Uni Eropa Gagal Sepakati Embargo Minyak Rusia

Rencana baru bertujuan untuk menyediakan akses kredit untuk pembangun rumah dan pembeli, terutama keluarga berpenghasilan rendah, dan bantuan untuk penyewa, sambil mengurangi kendala pasokan untuk bahan bangunan dan pekerja konstruksi.

Pemerintah akan mengambil langkah-langkah untuk mencegah tren investor baru-baru ini, yakni mengambil banyak rumah yang tersedia. Biden mengatakan pihaknya juga akan mendorong otoritas negara bagian dan lokal untuk mengurangi pembatasan zonasi untuk memungkinkan lebih banyak kepadatan, terutama bangunan yang dapat memuat keluarga.

“Ini adalah upaya pemerintah yang paling komprehensif untuk menutup kekurangan pasokan perumahan dalam sejarah,” kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan, Senin (17/5) waktu setempat. Pihaknya mencatat bahwa jumlah rumah baru yang dibangun dalam dekade setelah resesi 2008 berkurang dibandingkan sebelumnya, sejak 1960-an.

Masalahnya telah diperburuk sejak dimulainya pandemi Covid-19. Saat itu rekor suku bunga hipotek rendah dan stimulus pemerintah yang besar menciptakan lonjakan pembelian rumah, sementara pasokan kayu dan bahan lainnya terganggu oleh pandemi.

Baca juga: Ini Kemungkinan Reaksi Rusia Sekarang atas NATO

Pengumuman tersebut mendapat pujian dari sektor swasta.

“Kami setuju dengan Gedung Putih bahwa kunci untuk menyelesaikan tantangan keterjangkauan perumahan bangsa kita adalah untuk membangun lebih banyak rumah,” kata Jerry Konter, ketua Asosiasi Nasional Pembangun Rumah (NAHB).

Dia memuji upaya jangka panjang, seperti mencarikan solusi kemacetan rantai pasokan dan kekurangan tenaga kerja konstruksi kronis yang menahan produksi perumahan.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

BAGIKAN