Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi logo Mc Donald. (Sumber: corporate.mcdonalds.com)

Ilustrasi logo Mc Donald. (Sumber: corporate.mcdonalds.com)

McDonald's Tarik Seluruh Bisnisnya dari Rusia

Selasa, 17 Mei 2022 | 11:47 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

NEW YORK, investor.id – Raksasa ritel makanan cepat saji Amerika Serikat (AS) McDonald's mengatakan akan menarik seluruh bisnisnya dari Rusia setelah serangan ke Ukraina. Perusahaan mengakhiri perjalanan lebih dari tiga dekade, yang dimulai pada periode penuh harapan menjelang akhir Perang Dingin.

Jaringan restoran tersebut diluncurkan di Moskow, ibu kota Rusia pada Januari 1990 dengan kemeriahan besar hampir dua tahun sebelum Uni Soviet dibubarkan. Ini menggambarkan penarikan bisnisnya sekarang sebagai hal yang sulit, tetapi dinilai perlu.

Baca juga: Ini Kemungkinan Reaksi Rusia Sekarang atas NATO

“Krisis kemanusiaan yang disebabkan oleh perang di Ukraina, dan lingkungan operasi yang tidak dapat diprediksi, telah membuat McDonald's menyimpulkan bahwa kepemilikan bisnis yang berkelanjutan di Rusia tidak lagi dapat dipertahankan, juga tidak konsisten dengan nilai-nilai McDonald's,” tulis pernyataan resmi perusahaan yang dirilis Senin (16/5) waktu setempat.

“(Menjual) seluruh portofolio restoran McDonald's di Rusia kepada pembeli lokal,” tambahnya.

McDonald’s menjadi salah satu dari banyak perusahaan asing yang telah menarik diri dari Rusia atau menghentikan operasinya, menyusul serangan militer Rusia ke Ukraina pada akhir Februari 2022.

Sebelumnya, produsen mobil Prancis Renault mengumumkan telah menyerahkan asetnya di Rusia kepada pemerintah. Ini menandai nasionalisasi besar pertama sejak timbulnya sanksi Barat terhadap kampanye militer Rusia.

Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pasukan ke Ukraina yang pro Barat pada 24 Februari 2022, memicu sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan memicu eksodus perusahaan asing termasuk H&M, Starbucks, dan Ikea.

Baca juga: Simak! Ketua SEC Bicara soal Perlindungan Investor Kripto

Setelah penjualan, restoran tidak lagi dapat menggunakan nama, logo, merek, atau menu McDonald's, meskipun perusahaan akan mempertahankan merek dagangnya di negara tersebut, katanya.

Rusia saat ini menyumbang 9% dari pendapatan perusahaan dan 3% dari laba operasinya. Namun perusahaan mengharapkan pengurangan biaya satu kali sebesar US$ 1,2-1,4 miliar untuk menghapus investasi tersebut.

Keputusan perusahaan untuk melakukan divestasi menggarisbawahi pandangan bahwa hubungan dengan Rusia tidak akan segera normal kembali, kata Neil Saunders, pakar ritel di GlobalData.

Saham McDonald's turun 0,4% menjadi US$ 244,04 pada penutupan perdagangan di hari pengumuman tersebut.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

BAGIKAN