Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi bursa saham Asia. (Foto: AFP)

Ilustrasi bursa saham Asia. (Foto: AFP)

Pasar Asia Pasifik Tergelincir di Awal Pekan

Senin, 8 Agustus 2022 | 08:18 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

SINGAPURA, investor.id – Saham di Asia Pasifik diperdagangkan lebih rendah pada Senin (8/8) pagi, dengan SoftBank akan melaporkan pendapatan setelah pasar tutup.

Nikkei 225 di Jepang turun 0,23% sementara indeks Topix tergelincir 0,29%.

Di Australia, S&P/ ASX 200 kehilangan 0,16%.

Kospi Korea Selatan turun 0,34% dan Kosdaq turun 0,38%.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,21%.

Selama akhir pekan, pemerintah Tiongkok melaporkan data perdagangan untuk Juli 2022 yang menunjukkan ekspor berdenominasi dolar tumbuh 18% dibandingkan tahun lalu.

Itu laju pertumbuhan tercepat tahun ini dan mengalahkan ekspektasi analis untuk kenaikan 15%, lapor Reuters.

Impor dalam mata uang dolar Tiongkok meningkat 2,3% pada Juli 2022 dibandingkan dengan periode yang sama pada 2021, lebih rendah dari perkiraan kenaikan 3,7%.

Pada perdagangan Jumat (5/8) di Amerika Serikat (AS), nonfarm payrolls berada di level 528.000, jauh di atas ekspektasi. Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Treasury naik kuat.

“Kebisingan dalam faktor penyesuaian musiman dapat memberi kejutan penurunan dalam beberapa bulan mendatang, semuanya sama. Tetapi tidak diragukan lagi bahwa pasar tenaga kerja AS sangat ketat,” menurut catatan ANZ Research tertanggal Senin.

“Data penggajian memvalidasi upaya pembicara Fed dalam seminggu terakhir untuk mengoreksi kesan pasar bahwa pengambilan tergantung (apakah) data Powell dovish,” tambah catatan itu.

Mata Uang dan Minyak

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 106,651 setelah melonjak tajam setelah rilis data penggajian.

Yen Jepang diperdagangkan pada 135,26 per dolar karena greenback menguat. Dolar Australia berada di US$ 0,6903.

Minyak mentah berjangka AS turun 0,88% menjadi US$ 88,23 per barel, sementara minyak mentah Brent turun 0,85% menjadi US$ 94,11 per barel.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : CNBC

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com