Menu
Sign in
@ Contact
Search
Logo Royal Dutch Shell terlihat di SPBU Shell di London, Inggris, beberapa waktu lalu. (FOTO: REUTERS/Toby Melville)

Logo Royal Dutch Shell terlihat di SPBU Shell di London, Inggris, beberapa waktu lalu. (FOTO: REUTERS/Toby Melville)

Pengerjaan LNG Shell Terkendala Masalah Operasional

Senin, 8 Agustus 2022 | 12:55 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

MELBOURNE, investor.id – Shell mengatakan pada Senin (8/8) bahwa mereka menunda pengerjaan pemeliharaan yang direncanakan di fasilitas gas alam cair (FLNG) terapung Prelude. Proyek itu akan dilanjutkan pada September 2022 karena kendala operasional, aksi industri di lokasi di lepas pantai barat laut Australia.

“Sebagai akibat dari Tindakan Industri yang Dilindungi (PIA) yang sedang berlangsung dan ketidakmampuan untuk menyelesaikan pekerjaan persiapan, kami tidak dapat melanjutkan dengan perubahan haluan yang direncanakan saat ini,” kata juru bicara Shell dalam komentar lewat surel, Senin.

Baca juga: Laba Shell Meroket, Perusahaan Buyback Saham Besar-Besaran

Dikatakan, pekerjaan pemeliharaan ekstensif (turnaround) akan ditunda hingga tahun depan, dengan waktu bergantung pada berbagai faktor termasuk kondisi cuaca, ketersediaan kontraktor, dan kapan aksi industri berakhir.

Shell menutup fasilitas Prelude 3,6 juta ton per tahun pada Juli 2022 dan memberi tahu pelanggan bahwa mereka tidak akan dapat memasok kargo LNG selama PIA. Penghentian kerja disetujui oleh Komisi Pekerjaan Adil (FWC) Australia.

Aliansi Lepas Pantai baru-baru ini memperpanjang penghentian kerjanya hingga 11 Agustus 2022, berjuang untuk menyamai kesepakatan upah April 2022 yang dicapai dengan Inpex Corp. di operasi LNG Ichthys.

Baca juga: Harga Minyak Menguat, tapi Catat Kerugian Mingguan yang Tajam

Shell meminta FWC untuk menghentikan aksi industri dan memberlakukan masa tenang, yang akan memungkinkannya untuk melanjutkan persiapan untuk perubahan haluan. Tetapi komisi menolak permintaan tersebut.

Aliansi Lepas Pantai pada Senin mengatakan bahwa pihaknya tetap bersedia melakukan mediasi dengan Shell. Seorang juru bicara FWC tidak segera dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : REUTERS

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com