Menu
Sign in
@ Contact
Search
Kotak-kotak berisi vaksin Moderna Covid-19 sedang disiapkan untuk dikirim di pusat distribusi McKesson, di Olive Branch, Mississippi, Amerika Serikat (AS) pada 20 Desember 2020. (Foto: Paul Sancya / POOL / AFP)

Kotak-kotak berisi vaksin Moderna Covid-19 sedang disiapkan untuk dikirim di pusat distribusi McKesson, di Olive Branch, Mississippi, Amerika Serikat (AS) pada 20 Desember 2020. (Foto: Paul Sancya / POOL / AFP)

Belahan Bumi Selatan Buka Pabrik Vaksin mRNA Pertama

Senin, 15 Agustus 2022 | 13:00 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

SYDNEY, investor.id – Produsen vaksin Covid-19 Moderna mengumumkan pada Senin (15/8) bahwa mereka akan membuka pabrik pembuatan vaksin mRNA di Melbourne, Australia. Ini adalah fasilitas pertama untuk wilayah belahan bumi selatan.

Proyek ini akan berbasis di salah satu universitas terbesar di Australia, Monash dan akan memproduksi 100 juta dosis vaksin per tahun untuk Covid-19, influenza, dan penyakit lainnya.

Spikevax Moderna adalah salah satu kelas inokulasi baru yang dikembangkan selama pandemi coronavirus yang menggunakan teknologi mutakhir yang disebut messenger RNA (mRNA).

Baca juga: Elon Musk: Tesla Telah Membuat 3 Juta Mobil Lebih

Vaksin ini dapat dengan cepat dikembangkan dan menggunakan molekuler untuk mengajar tubuh mengidentifikasi dan melawan patogen, seperti Covid-19. Ini tidak seperti vaksin tradisional yang mengandung sepotong kecil bakteri atau virus yang dimatikan.

Konstruksi fasilitas manufaktur mRNA akan dimulai pada tahun ini dan berakhir pada 2024, dengan produksi vaksin akan segera dimulai.

Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese mengatakan pada Senin bahwa langkah itu adalah pertunjukan harapan di Australia oleh raksasa vaksin Moderna.

Bagi Australia, fasilitas itu tidak hanya tentang kesehatan atau sains, tetapi juga tentang keamanan nasional setelah negara itu mengalami kekurangan vaksin yang serius selama pandemi.

Melbourne, tempat fasilitas Moderna akan bermarkas, menghadapi salah satu lockdown terlama di dunia ketika pihak berusaha menahan virus itu.

Baca juga: Harga Minyak Saudi Aramco Dongkrak Laba 90%

Albanese mengatakan ia mendapat pelajaran dari pandemi. “Kita perlu membuat lebih banyak hal di sini. Kita tidak dapat terus berasumsi bahwa tidak apa-apa berada di akhir pasokan global,” tegasnya, Senin.

“Di bagian dunia ini, di kawasan dengan pertumbuhan tercepat di dunia dalam sejarah manusia, kita memiliki peluang untuk memproyeksikan kapasitas itu ke Indo Pasifik juga,” imbuhnya.

Dalam beberapa bulan terakhir, kasus Covid-19 melonjak di Australia setelah kebijakan terkait pandemi dilonggarkan. Virus ini menjadi penyebab kematian paling umum ketiga di negara itu pada 2022.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com