Menu
Sign in
@ Contact
Search
Seseorang berjalan masuk ke gerai farmasi CVS pada 8 Agustus 2022 di Los Angeles, California. (FOTO: MARIO TAMA / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Seseorang berjalan masuk ke gerai farmasi CVS pada 8 Agustus 2022 di Los Angeles, California. (FOTO: MARIO TAMA / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Distributor Farmasi AS Didenda Rp 9,6 Miliar karena Tak Halangi Opioid Resep

Kamis, 18 Agustus 2022 | 12:22 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

NEW YORK, investor.id – Seorang hakim federal memerintahkan Walmart, Walgreens, dan CVS untuk membayar US$ 650,6 juta (Rp 9,63 miliar) kepada dua negara bagian Ohio yang dilanda krisis opioid Amerika Serikat (AS).

“(Denda tersebut akan menjelaskan) peran perusahaan dalam kegagalan mengendalikan penyebaran opioid resep yang mematikan dan membuat adiksi,” kata penuntut umum di Lanier Law Firm, Kamis (18/8).

Baca juga: Tangkal Hoaks, BPOM Susun Strategi Penyebaran Informasi Obat dan Makanan

“Ini akan memungkinkan wilayah Lake dan Trumbull untuk mendanai program pendidikan dan pencegahan, serta mengganti badan dan organisasi lokal untuk biaya yang dikeluarkan untuk mengelola krisis,” lanjutnya.

Menurut data yang disampaikan, lebih dari 500 kematian karena overdosis opioid di dua negara bagian AS tersebut antara 2015-2019. Kasus itu dapat secara langsung atau tidak langsung terkait dengan resep opioid atau obat penghilang rasa sakit yang diresepkan, kata perusahaan Lanier, mengutip kesaksian yang ditampilkan selama proses pengadilan.

Perintah dari Hakim Distrik AS Dan Polster mengikuti putusan juri November 2021 terhadap perusahaan yang sama, menemukan bahwa ketiga jaringan ritel tersebut bertindak ilegal dalam menciptakan kelebihan pasokan obat-obatan terkait.

Kasus tersebut merupakan kejadian pertama di mana distributor obat penghilang rasa sakit yang membuat ketagihan, bukan produsen, dinyatakan bertanggung jawab atas krisis kesehatan yang telah merenggut lebih dari 500.000 nyawa di Amerika selama dua dekade terakhir.

Baca juga: Fed Masih Naikkan Suku Bunga AS Sebelum Lajunya Melambat

Walmart mengatakan pada bahwa pihaknya akan mengajukan banding atas hukuman tersebut.

“Alih-alih mengatasi penyebab sebenarnya dari krisis opioid, seperti dokter pabrik pil obat-obatan terlarang, dan regulator yang tidak waspada, pengacara penggugat salah mengklaim bahwa apoteker harus menebak-nebak dokter dengan cara yang tidak pernah dimaksudkan oleh undang-undang dan banyak regulator kesehatan federal dan negara bagian mengatakan mengganggu hubungan dokter-pasien,” kata Walmart.

Jaringan farmasi Rite Aid dan Giant Eagle sebelumnya telah menyetujui penyelesaian dengan wilayah Lake dan Trumbull.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com