Menu
Sign in
@ Contact
Search
Pengendara sepeda motor mengantre untuk membeli BBM bersubsidi di SPBU Pertamina di Jakarta pada 22 Agustus 2022. (FOTO: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana/File Photo)

Pengendara sepeda motor mengantre untuk membeli BBM bersubsidi di SPBU Pertamina di Jakarta pada 22 Agustus 2022. (FOTO: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana/File Photo)

Pemerintah Pertimbangkan BBM Bersubsidi Naik 40%

Jumat, 26 Agustus 2022 | 16:17 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

JAKARTA , investor.id – Pemerintah dapat menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebesar 30% hingga 40% untuk mengelola tekanan fiskal dari anggaran subsidi yang membengkak, kata anggota parlemen dari pemerintahan koalisi Presiden Joko Widodo (Jokowi), dilansir dari Reuters.

Anggota Partai Amanat Nasional dan wakil ketua komisi energi DPR Eddy Soeparno mengatakan bahwa informasi itu diperolehnya dalam rapat tertutup DPR dengan Pertamina awal pekan ini.

Ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini telah melipatgandakan alokasi subsidi energi 2022 dari anggaran awalnya menjadi Rp 502 triliun (setara US$ 33,90 miliar). Angka itu sekitar 16% dari total rencana pengeluaran, di tengah kenaikan harga minyak global dan depresiasi rupiah.

Pemerintah telah mengatakan bahwa lebih banyak uang akan dibutuhkan untuk subsidi tahun ini, jika harga bahan bakar tidak dinaikkan.

Baca juga: Warga Inggris Kini Bayar Tagihan Listrik dan Gas yang Melonjak

Opsi yang disukai Pertamina adalah menaikkan harga bensin beroktan 90 menjadi Rp 10.000 atau setara 67,5 sen Amerika Serikat (AS) per liter dari Rp 7.650, bensin beroktan 92 menjadi Rp 16.000 per liter dari sebelumnya Rp 12.500, sementara solar menjadi Rp 7.200 per liter dari sebelumnya Rp 5.150, kata Eddy dalam wawancara Jumat (26/8).

Pertamina juga mendukung penerapan beberapa pembatasan penjualan seperti melarang kendaraan dengan kapasitas mesin lebih besar membeli bahan bakar bersubsidi, katanya.

“Kami melihat ini (menaikkan harga dan membatasi penjualan) paling tidak merugikan masyarakat,” lanjutnya.

Kenaikan harga diperkirakan menambah sekitar 1,9% poin pada tingkat inflasi 2022, kata Eddy.

Inflasi Indonesia mencapai 4,94% pada Juli 2022, tertinggi dalam tujuh tahun. Angka ini bertahan jauh di bawah tingkat yang terlihat di negara-negara yang lebih maju, sebagian besar karena subsidi BBM.

Sugeng Suparwoto, ketua komite energi parlemen, mengonfirmasi rincian dari pertemuan Pertamina.

“Kami berupaya menjaga inflasi pada 7% hingga akhir tahun,” katanya. Sugeng menambahkan bahwa pemberian bantuan langsung tunai akan diberikan untuk meredam dampak kenaikan harga bahan bakar terhadap daya beli masyarakat miskin Indonesia.

Sekretaris perusahaan unit distribusi ritel Pertamina Irto Ginting menolak berkomentar tentang kenaikan harga yang diusulkan, tetapi ia mencatat bahwa keputusan penetapan harga ada di tangan pemerintah.

Pejabat dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan istana kepresidenan tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Baca juga: Hutan Hujan Amazon Kebakaran Terbesar dalam 15 Tahun

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan awal pekan ini bahwa dia akan menyampaikan semua opsi kebijakan minggu ini kepada presiden.

Inflasi Indonesia yang relatif rendah telah memungkinkan Bank Indonesia (BI) menunda kenaikan suku bunga hingga pekan ini, jauh di belakang negara-negara regional dan global.

Beberapa ekonom mengatakan kenaikan suku bunga 25 basis poin (bps) BI, yang pertama sejak 2018, adalah untuk mendahului pengumuman kenaikan harga BBM.

Opsi lain yang dipertimbangkan untuk kenaikan harga adalah dengan menetapkan bensin beroktan 90, bahan bakar paling populer di Indonesia, pada harga Rp 9.500 per liter dan bahan bakar lainnya juga di bawah titik harga pilihan Pertamina, kata Eddy.

Tingkat harga yang dipertimbangkan tetap di bawah biaya produksi kilang yang sebelumnya diberikan oleh Kementerian ESDM, menyiratkan beberapa tingkat subsidi.

(US$ 1 = Rp 14.810)

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : REUTERS

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com