Menu
Sign in
@ Contact
Search
Logo Interpol. (Foto: AFP/Ozan KOSE)

Logo Interpol. (Foto: AFP/Ozan KOSE)

Interpol Kirim Peringatan untuk Pendiri Kripto Terra

Senin, 26 September 2022 | 15:43 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

SEOUL, investor.id – Interpol telah mengirimkan pemberitahuan merah berisi peringatan untuk pendiri aset kripto Korea Selatan (Korsel) yang dituduh melakukan penipuan atas keruntuhan perusahaan senilai US$ 40 miliar, kata jaksa pada Senin (26/9).

Awal bulan ini, pengadilan Korea Selatan mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Do Kwon (31) yang terbang dari Korsel ke Singapura menjelang kejatuhan aset kripto yang didirikannya pada Mei 2022.

Baca juga: Ini Penyebab Terra Luna Classic Anjlok Mendadak

Namun pertanyaan tentang keberadaannya terus meningkat, setelah Kepolisian Singapura mengatakan bahwa Kwon tidak berada di negara itu.

Jaksa dari Korsel telah meminta Interpol untuk memasukkannya ke dalam daftar red notice dan meminta Kementerian Luar Negeri di Korsel untuk mencabut paspornya, dengan mengatakan bahwa Kwon dalam pelarian.

“Interpol telah mengeluarkan red notice untuk Kwon,” kata seorang pejabat dari Kantor Kejaksaan Distrik Selatan Seoul, ibu kota Korsel, kepada AFP tanpa memberikan rincian lebih lanjut pada Senin.

Di media sosial Twitter, Kwon membantah bahwa dia dalam pelarian tetapi tidak mengungkapkan keberadaannya.

Jaksa juga telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk lima orang lainnya, yang belum disebutkan namanya terkait dengan stablecoin TerraUSD dan token saudaranya, Luna.

Sistem Terra/ Luna Kwon hancur pada Mei 2022, dengan harga kedua token anjlok mendekati nol, dan dampaknya menghantam pasar aset kripto yang lebih luas.

Keruntuhan tersebut menyebabkan kerugian lebih dari US$ 500 miliar di pasar aset kripto global, menurut data industri.

Baca juga: Jumlah Investor Tambah 541.085, Transaksi Aset Kripto di Agustus Kecil Banget Cuma Rp 16,9 Triliun

Stablecoin dirancang untuk memiliki harga yang relatif tetap dan biasanya dipatok ke komoditas atau mata uang dunia nyata.

TerraUSD bersifat algoritmik, namun, menggunakan kode untuk mempertahankan harganya di sekitar US$ 1.

Banyak investor kehilangan tabungan hidup mereka ketika Luna dan Terra memasuki spiral kematian. Sejak itu, pihak berwenang Korea Selatan telah membuka banyak penyelidikan kriminal atas anjloknya nilai aset itu.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com