Menu
Sign in
@ Contact
Search
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kanan) dan istrinya Olena. (FOTO: UKRAINE PRESIDENCY / AFP)

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kanan) dan istrinya Olena. (FOTO: UKRAINE PRESIDENCY / AFP)

Ukraina Minta ‘Jalur Cepat’ Jadi Anggota NATO

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 13:06 WIB
Heru Andriyanto (redaksi@investor.id)

KYIV, investor.id – Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa dia telah meminta Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) agar memberi ‘jalur cepat’ bagi keanggotaan Ukraina di koalisi militer Barat itu, setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengesahkan aneksasi di empat wilayah timur dan selatan Ukraina, Jumat (30/9/2022).

Jika Ukraina menjadi anggota NATO, maka negara-negara Barat termasuk Amerika Serikat bisa terlibat langsung membela Ukraina dalam perang melawan Rusia saat ini.

Prinsip NATO adalah serangan ke satu anggota dianggap sebagai serangan kepada semua anggota.

Baca juga: Poin-poin Pidato Putin usai Rusia Caplok 4 Wilayah Ukraina

“Kami sudah membuktikan bisa memenuhi standar-standar yang ditetapkan Aliansi ini. Kami sedang mengambil langkah penting dengan menandatangani aplikasi Ukraina untuk bisa lebih cepat masuk NATO,” kata Zelensky dalam unggahan di akun Telegram.

Dia juga berpidato di video dengan mengatakan hal yang sama dan disebarkan lewat akun media sosial Kantor Kepresidenan Ukraina.

Sebelum melakukan invasi ke Ukraina, Rusia dengan tegas menuntut jaminan bahwa Ukraina tidak akan pernah diterima menjadi anggota NATO.

Baca juga: Ini Gaya Foto Bersama Putin dengan Jabat Tangan Lima Arah

Ukraina sudah lama mengajukan lamaran untuk menjadi anggota NATO, dan disebut-sebut perkembangan ini menjadi alasan bagi Rusia untuk melakukan invasi pada 24 Februari.

Namun, sejumlah anggota NATO dulu menolak keanggotaan Ukraina karena khawatir bisa memicu konflik di kawasan, dan kondisi perang sekarang juga semakin mempersulit peluang Ukraina. Pasalnya, kalau Ukraina diterima menjadi anggota, maka seluruh anggota NATO lainnya harus bersiap terjun langsung ke medan perang melawan Rusia.

Baca juga: Pasukan Ukraina Merebut Wilayah yang Berusaha Dianeksasi Rusia

Saat ini, Amerika, Inggris dan beberapa anggota NATO lainnya memilih memberi bantuan senjata dan dana kepada Ukraina daripada terlibat langsung dalam perang terbuka melawan Rusia.

NATO adalah rival utama Rusia atau Uni Soviet ketika itu dalam era perang dingin 1950-an hingga akhir dekade1980-an ketika Uni Soviet mulai terpecah menjadi negara-negara merdeka.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : BBC

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com