Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
BNP Paribas

BNP Paribas

670 Perusahaan Eropa Terkait dengan Pemukiman Israel

Jumat, 1 Oktober 2021 | 07:00 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

YERUSALEM, investor.id – Laporan yang dirilis masyarakat sipil Koalisi Don't Buy Into Occupation mengungkap, bahwa lebih dari 670 lembaga keuangan Eropa memiliki keterkaitan dengan perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam pemukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki.

Laporan dari kelompok yang terdiri dari 25 organisasi Palestina, regional dan Eropa telah meminta perusahaan-perusahaan tersebut mengakhiri semua investasi dan aliran keuangan ke dalam proyek-proyek pemukiman, yang dianggap ilegal menurut hukum internasional. Demikian dilansir AFP.

Temuan itu juga merinci transaksi keuangan senilai US$ 255 miliar (218 miliar euro) antara 2018 dan Mei 2021, baik secara langsung atau tidak langsung terkait dengan pemukiman. Ini juga termasuk pinjaman atau pembelian saham dan obligasi yang melibatkan perusahaan besar Eropa, seperti BNP Paribas dan Deutsche Bank.

Sebagai informasi, lebih dari 600.000 warga Yahudi Israel tinggal di permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem timur – sebuah wilayah di Palestina yang direbut oleh Israel dalam Perang Enam Hari pada 1967.

Banyak perusahaan besar Israel yang aktif di komunitas tersebut, termasuk di antaranya bank-bank terkemuka seperti Leumi dan Hapoalim, penyedia telekomunikasi dan internet dan jaringan supermarket.

Laporan pada Rabu (29/9) bukan-lah berupa transaksi keuangan yang terjadi secara langsung di pemukiman Israel. Semisal, kebanyakan perusahaan Eropa yang disebutkan namanya terlibat karena mereka memegang saham di perusahaan non-Israel, seperti raksasa mesin Caterpillar, yang produknya telah digunakan di pemukiman.

Menurut koalisi Don't Buy Into Occupation yang menulis laporan, perusahaan-perusahaan Eropa memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa mereka tidak terlibat dalam pelanggaran hukum internasional, dan tidak terlibat dalam kejahatan internasional.

Tahun lalu saja, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merilis daftar 112 perusahaan yang memiliki aktivitas di permukiman Israel, termasuk Airbnb, Expedia, dan TripAdvisor. Daftar ini dibuat oleh Kantor Hak Asasi Manusia (HAM) PBB sebagai respons resolusi Dewan Hak Asasi Manusia yang menuntut ketersediaan database atas perusahaan-perusahaan yang mengambil keuntungan dari bisnis di wilayah Palestina yang diduduki.

Langkah PBB itu pun mendapat kecaman keras Israel, dan didukung oleh warga Palestina yang memandangnya sebagai kemenangan bagi gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) yang berupaya mengisolasi negara Yahudi itu atas perlakuan buruk terhadap warga Palestina.

Keputusan produsen es krim Amerika Serikat (AS), Ben & Jerry's pada Juli untuk berhenti menjual produk mereka di wilayah Palestina yang diduduki juga mendapat kritik keras dari Israel, dan tepuk tangan dari para aktivis BDS.

Menurut catatan, lLebih dari tiga juta orang Palestina tinggal di Tepi Barat dan Yerusalem timur yang dicaplok Israel.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : AFP

BAGIKAN