Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Amerika Serika (AS) Joe Biden menyampaikan pidato pengukuhannya setelah dilantik sebagai Presiden ke-46 AS pada 20 Januari 2021, di US Capitol di Washington, DC. ( POOL / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP )

Presiden Amerika Serika (AS) Joe Biden menyampaikan pidato pengukuhannya setelah dilantik sebagai Presiden ke-46 AS pada 20 Januari 2021, di US Capitol di Washington, DC. ( POOL / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP )

Agenda Biden Positif ke Pertumbuhan, Saham, dan Obligasi

Kamis, 21 Januari 2021 | 07:22 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

NEW YORK, investor.id – Agenda-agenda Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden diperkirakan berdampak pada pertumbuhan pesat ekonomi, penguatan pasar saham, dan peningkatan obligasi di tahun ini. Tapi, menurut kalangan analis, ekspektasi tersebut akan bergantung pada sejauh mana agenda-agenda presiden ke-46 AS tersebut disetujui Kongres dan seberapa cepat strategi peningkatan vaksinasinya dapat meredam penyebaran Covid-19.

Pasar saham di AS sudah menguat karena ekspektasi positif terhadap kebijakan-kebijakan Biden. Indeks S&P 500 yang menguat 13% sejak pilpres 3 November 2020 adalah yang terbaik sejak 1952 bagi seorang presiden terpilih di AS. Hal ini berkaca pada data CFRA. Yang terbaik kedua adalah penguatan 8,8% dari masa pilres hingga pelantikan John F Kennedy.

“Situasi politik sudah berubah dramatis. Padahal baru tiga bulan. Tapi sudah muncul optimisme dan akan bertahan seperti itu. Menurut kami, respons kebijakan kali ini bakalan besar sekali karena sedang terjadi krisis kesehatan dan hal itu akan berlanjut seiring adanya perubahan politik di Washington. Yang jelas bagus bagi pertumbuhan dan suku bunga yang juga akan terkerek naik” tutur Michael Wilson, kepala strategi ekuitas untuk AS di Morgan Stanley, kepada CNBC, Rabu (20/1).

Biden dilantik pada Rabu tengah hari waktu setempat sebagai presiden ke-46 AS. Ia sudah mengusulkan paket stimulus Covid-19 senilai US$ 1,9 triliun untuk membantu rakyat dan pebisnis AS. Dana itu juga akan dipakai untuk meningkatkan vaksinasi Covid-19 dan membantu pemerintah negara bagian serta pemerintah lokal.

Para pengamat kebijakan memperkirakan paket tersebut bakalan dikurangi lumayan banyak supaya dapat disetujui oleh Kongres. Tapi akan ditambah dengan paket lainnya pada Maret 2021. Yang akan digunakan untuk mendorong pertumbuhan lapangan kerja serta belanja infrastuktur.

Rencana-rencana kebijakan Biden mendapatkan dorongan dari hasil pemilu putaran kedua Senat pada 5 Januari 2021 di negara bagian Georgia. Kemenangan dua senator Demokrat di sana membuat partai ini memiliki mayoritas tipis di Senat. Masing-masing partai sekarang memiliki 50 kursi dan setiap suara penentu di Senat nantinya akan datang dari Wakil Presiden Kamala Harris.

Satu hari sebelum pelantikan, Wells Fargo Investment Institute menaikkan proyeksi pertumbuhan, suku bunga, dan saham. Karena ekspektasi belanja fiskal jauh lebih besar dibandingkan jika Republik tetap menguasai Senat.

“Kami perkirakan PDB tahun ini 4,7%, dari sebelumnya 3,8%. Target nilai tengah untuk S&P 500 sekarang adalah 4.100 dari sebelumnya 3.900. Imbal hasil obligasi 10 tahun kami perkirakan naik pada kisaran 1,25% hingga 1,75% pada akhir tahun, dari proyeksi sebelumnya 1% dan 1,5%,” ujar Scott Wren, kepala strategi senior pasar Wells Fargo.

Lebih Baik

Ia menambahkan bahwa data-data ekonomi sudah melebihi perkiraan. Logistik vaksin dan pendistribusiannya juga sudah lebih baik. Wren berpendapat bahwa karanatina di negara bagian seperti California dan New York akan berkesudahan.

Ed Keon, kepala strategi pasar QMA mengatakan, walau vaksinasi berjalan lambat di awal, tapi sekarang mulai menunjukkan peningkatan.

“Reli tinggi terakhir menunjukkan pasar sudah berpaling dari virus, tapi pemulihan ekonomi masih belum pasti. Semua orang memperkirakan kebangkitan di paruh kedua. Pertanyaan akan sekuat apa. Jika paket stimulus lebih besar dari yang sebelumnya, rebound itu bakalan jauh lebih kuat,” tutur dia.

Pasar juga merespons positif bakal menteri keuangan Janet Yellen. Mantan gubernur The Fed ini mengatakan bahwa di tengah rendahnya suku bunga acuan saat ini, cara paling cerdas yang dapat dilakukan adalah mengeluarkan belanja besar untuk stimulus.

“Saya yakin manfaatnya akan jauh lebih besar dari biaya yang harus dikeluarkan, khususnya jika kita peduli dengan orang-orang yang sudah sekian lama menderita,” ujar Yellen, di hadapan Komisi Finansial Senat, Selasa (19/1) waktu setempat.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN