Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang pasien bernapas dengan bantuan oksigen yang disediakan oleh Gurdwara, tempat ibadah untuk umat Sikh, di bawah tenda yang dipasang di sepanjang tepi jalan di tengah pandemi virus corona Covid-19, di Ghaziabad, India, pada 2 Mei 2021. ( Foto: SAJJAD HUSSAIN / AFP )

Seorang pasien bernapas dengan bantuan oksigen yang disediakan oleh Gurdwara, tempat ibadah untuk umat Sikh, di bawah tenda yang dipasang di sepanjang tepi jalan di tengah pandemi virus corona Covid-19, di Ghaziabad, India, pada 2 Mei 2021. ( Foto: SAJJAD HUSSAIN / AFP )

Akibat Pandemi, Penduduk Miskin di India Bertambah 230 Juta Orang

Jumat, 7 Mei 2021 | 06:19 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

MUMBAI, investor.id – Hasil studi baru menunjukkan bahwa sekitar 230 juta penduduk India jatuh ke dalam kemiskinan karena pandemi virus corona Covid yang melanda tahun lalu. Kaum muda dan perempuan sebagai golongan yang paling terpukul karena pandemi. Gelombang kedua saat ini diprediksi memperburuk keadaan.

Menurut laporan oleh Azim Premji University di Bangalore, langkah-langkah karantina yang ketat di India selama berbulan-bulan, yang berlaku sejak Maret 2020, telah membuat sekitar 100 juta orang kehilangan pekerjaan. Bahkan sekitar 15% tidak dapat menemukan pekerjaan sampai dengan akhir tahun lalu.

Kondisi yang dialami kaum perempuan bahkan lebih buruk, 47% pekerja wanita tidak dapat mendapatkan pekerjaan bahkan setelah pembatasan terkait virus corona dicabut. Demikian hasil penelitian yang diterbitkan pada Rabu (4/5), yang dikutip AFP.

Definisi kemiskinan di India adalah golongan orang yang hidup kekurangan dengan pendapatan kurang dari 375 rupee (US$ 5) per hari. Laporan itu menyebutkan meskipun pendapatan turun secara keseluruhan, pandemi telah menyebabkan jumlah korban yang jauh lebih besar di rumah tangga yang lebih miskin.

Negara dengan kekuatan ekonomi terbesar ketiga di Asia itu sedang berada di tengah-tengah perlambatan yang berkepanjangan, bahkan sebelum Covid-19 melanda. Tetapi pandemi Covid-19 tidak teratasi selama bertahun-tahun.

Tahun lalu, 50 juta orang India diperkirakan keluar dari kemiskinan. Namun yang terjadi sebaliknya, di mana 20% rumah tangga termiskin melihat seluruh pendapatan mereka lenyap pada April dan Mei, ketika bisnis terhenti.

“Tak perlu dikatakan, gelombang kedua akan memperburuk keadaan,” pungkas Amit Basole, salah satu penulis laporan.

Alhasil, banyak keluarga mengatasi pendapatannya yang hilang dengan mengurangi pengeluaran untuk makanan, dan berhutang. Sebanyak 20% responden khawatir mengungkapkan, bahwa asupan makanan mereka tidak membaik bahkan enam bulan kemudian.

Tahun lalu, aturan karantina memicu eksodus besar-besaran jutaan pekerja migran yang pulang ke desa mereka. Banyak juga yang berencana untuk kembali setelah ekonomi dibuka kembali untuk menjalankan bisnis.

“Tetapi satu dari tiga orang berusia di bawah 25 tahun gagal mendapatkan pekerjaan bahkan pada akhir tahun, setelah kehilangan pekerjaan yang disebabkan oleh pemberlakuan karantina,” demikian menurut studi tersebut.

Semakin Buruk

Ketika gelombang kedua virus corona yang ganas membanjiri rumah sakit, dan memicu penerapan pembatasan baru terhadap aktivitas-aktivitas ekonomi di sebagian besar negara. Jutaan penduduk India yang kehidupannya sudah genting memiliki kecenderungan menyaksikan kondisinya semakin buruk

“Kami menyadari, bahwa sekarang tambahan bantuan pemerintah sangat dibutuhkan karena dua alasan yakni mengkompensasi kerugian yang diderita selama tahun pertama dan mengantisipasi dampak gelombang kedua,” demikian temuan studi tersebut.

Penulis laporan itu juga mendesak supaya Pemerintah India memperluas stimulus fiskalnya dengan menyediakan bahan makanan gratis dan transfer uang tunai kepada kelompok rumah tangga yang paling rentan, serta meluncurkan program ketenagakerjaan di distrik yang paling parah terkena dampak Covid-19.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN