Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Foto yang diambil pada 28 November 2020 menunjukkan, seorang pekerja di pabrik suku cadang sepeda motor di Huaibei, Provinsi Anhui timur, Tiongkok. ( Foto: STR / AFP )

Foto yang diambil pada 28 November 2020 menunjukkan, seorang pekerja di pabrik suku cadang sepeda motor di Huaibei, Provinsi Anhui timur, Tiongkok. ( Foto: STR / AFP )

Aktivitas Pabrik di Tiongkok Meningkat

Selasa, 1 Desember 2020 | 07:08 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

BEIJING, investor.id – Aktivitas di pabrik-pabrik Tiongkok menunjukkan laju pertumbuhan tercepat dalam lebih dari tiga tahun pada November. Hal ini terjadi di tengah-tengah pemulihan yang dialami negara dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia dari pandemi virus corona Covid-19. Demikian dilaporkan data resmi pada Senin (30/11).

Data Purchasing Managers 'Index (PMI) – sebagai alat ukur aktivitas manufaktur di Tiongkok – sebagian besar telah menunjukkan pemulihan yakni 52,1 poin pada bulan ini, menyusul langkah-langkah ketat untuk mengekang penyebaran virus corona pada awal tahun. Catatan angka tersebut lebih tinggi dari indeks Oktober yang mencapai 51,4 poin dan tetap di atas ambantg batas 50 poin yang memisahkan antara pertumbuhan dengan kontraksi. Angka-angka terbaru ini juga membawa data PMI kembali ke level yang terlihat pada September 2017.

Menurut para analis, peningkatan permintaan domestik dan eksternal telah mendorong aktivitas manufaktur.

“Penggerak utamanya adalah naiknya jumlah pesanan baru. Secara khusus, komponen pesanan ekspor juga naik. Ini menunjukkan bahwa ekspor Tiongkok terus mendapatkan keuntungan dari permintaan luar negeri yang kuat untuk barang-barang buatan Tiongkok di luar produk terkait Covid-19, meskipun aturan karantina baru di luar negeri mungkin telah meningkatkan permintaan untuk pengiriman yang terakhir,” ujar Julian Evans-Pritchard, ekonom senior konsultan Capital Economics Tiongkok.

Sedangkan Zhao Qinghe, ahli statistik senior di Biro Statistik Nasional – yang merilis laporan PMI – mengatakan pada Senin, baik indeks produksi dan pesanan baru naik tipis.

Dia menambahkan, kedua sub-indeks tersebut bernasib baik di industri yang berkaitan dengan manufaktur teknologi tinggi, seperti farmasi, mesin dan peralatan listrik. “Tapi pemulihan di industri manufaktur tetap tidak merata,” tutur Zhao.

Data resmi menunjukkan bahwa perusahaan kecil, yang lebih dirugikan oleh wabah tersebut, terus tertinggal dari bisnis besar.

Tiongkok diprediksi menjadi satu-satunya negara besar yang mencatat pertumbuhan positif tahun ini. PMI non-manufaktur mencatatkan 56,4 poin pada November atau sedikit lebih tinggi dari bulan sebelumnya, yang menandakan pemulihan lebih lanjut di sektor jasa.

Menurut Lu Ting, kepala ekonom Tiongkok di bank investasi Nomura, bahwa pemulihan domestik Tiongkok masih berada di jalurnya. Ini berkat aturan pembatasan terkait Covid-19, meskipun pandemi yang berkepanjangan pada akhirnya dapat mengurangi permintaan ekspor Tiongkok, jika daya beli di ekonomi luar negeri berkurang.

Di sisi lain, wabah virus yang menyebar secara sporadis di Shanghai, Tianjin dan Mongolia Dalam – yang dikatakan Lu dapat memperperlambat pemulihan di industri jasa – tampak masih terbatas untuk saat ini.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN