Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Para pengunjung berdiri di samping hub internet WiFi high altitude, sebuah proyek Loon Google yang menghadirkan koneksi internet nirkabel via balon besar, tengah dipamerkan di Airforce Museum,  di Christchurch pada 16 Juni 2013. ( Foto: Marty Melville / AFP )

Para pengunjung berdiri di samping hub internet WiFi high altitude, sebuah proyek Loon Google yang menghadirkan koneksi internet nirkabel via balon besar, tengah dipamerkan di Airforce Museum, di Christchurch pada 16 Juni 2013. ( Foto: Marty Melville / AFP )

Alphabet Hentikan Proyek Koneksi Internet via Balon

Sabtu, 23 Januari 2021 | 10:01 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

SAN FRANCISCO, investor.id – Alphabet, induk usaha Google, pada Jumat (22/1) mengumumkan penghentian proyek Loon. Proyek ini tadinya bertujuan menghadirkan koneksi internet nirkabel via balon besar yang diterbangkan di lapisan stratosfer. Loon dihentikan karena secara bisnis dianggap tidak akan menguntungkan.

Loon dikembangkan berdasarkan gagasan bahwa jaringan yang terbentuk lewat balon-balon itu akan memperluas ketersediaan koneksi internet. Ke wilayah-wilayah yang selama ini kurang terjangkau atau ke wilayah-wilayah yang sedang dilanda bencana.

Proyek ini awalnya bagian dari fasilitas panas bulan milik Alphabet yang diberi nama X. Yang bertujuan untuk menciptakan proyek-proyek terobosan di sektor-sektor baru.

Loon menggunakan balon plastik raksasa dan transparan yang digerakkan oleh panel surya. Dan diarahkan dengan sistem kecerdasan buatan sehingga dapat mengarungi embusan angin di ketinggian tersebut dan bergerak ke lokasi-lokasi yang ideal. Atau berputar dalam pola yang membentuk jejaring cakupan koneksi internet di angkasa.

“Sayang sekali walau selama sembilan tahun terakhir sudah tercapai terobosan-terobosan teknis, tapi jalan untuk dapat sukses secara komersial bakalan jauh lebih panjang dan berliku dari yang tadinya diharapkan,” kata Astro Teller, blog X, saat mengumumkan keputusan tersebut.

Loon pernah diterapkan untuk menyediakan akses internet di Puerto Rico, setelah diterjang Topan Maria pada 2017. Juga di Peru setelah diguncang sebuah gempa besar.

Tahun lalu, Alphabet mengumumkan kerja sama dengan raksasa telekomunikasi AS, AT&T. Yang mana infrastrukturnya dimanfaatkan supaya layanan seluler dari pihak ketiga tetap berjalan pada saat terjadi bencana alam.

Pada Juli tahun lalu, Alphabet juga meluncurkan percontohan layanan komersialnya di Kenya. Saat itu perusahaan mengklaimnya sebagai dimulainya era baru komunikasi stratosferis.

“Tapi kami tidak dapat membuat biayanya serendah mungkin supaya dari sisi bisnis dapat bertahan lama,” ujar Alastair Westgarth, CEO Loon.

Alhasil, Loon menyatakan bahwa seluruh kegiatan operasional akan dihentikan dalam beberapa bulan ke depan. Seluruh karyawannya diharapkan dapat dialihkan ke Alphabet.

Media di Kenya melaporkan bahwa nasib Telkom, mitra telekomunikasi Loon di negara Afrika tersebut, sekarang menggantung.

Loon pada Jumat mengumumkan dana sebesar US$ 10 juta untuk mendukung kegiatan bisnis dan nirlaba yang fokus pada pendidikan, kewirausahaan, internet, dan konektivitas di Kenya.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN