Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo perusahaan teknologi Amerika Serikat (AS) Apple,  dan logo perusahaan otomotif Korea Selatan (Korsel) Hyundai. ( Foto: Mladen Antoov, Mark Ralston / AFP

Logo perusahaan teknologi Amerika Serikat (AS) Apple, dan logo perusahaan otomotif Korea Selatan (Korsel) Hyundai. ( Foto: Mladen Antoov, Mark Ralston / AFP

Apple Car akan Menggebrak Pasar Mobil Listrik

Senin, 8 Februari 2021 | 06:33 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

NEW YORK, investor.id – Kehadiran mobil listrik Apple Car hasil kolaborasi produsen ponsel pintar Apple dan produsen mobil Korea Selatan (Korsel) Hyundai-Kia akan menggebrak pasar mobil listrik dunia. Tesla yang selama ini mendominasi pasar tersebut menyatakan bahwa Apple sudah masuk ke industri otomotif.

Tapi seberapa besar gebrakan Apple Car itu akan sulit diketahui. Karena Apple selama ini dikenal sangat tertutup dengan rencana bisnisnya. Sehingga tidak akan banyak diketahui bagaimana model bisnis untuk Apple Car.

Secara keseluruhan, masuknya raksasa teknologi seperti Apple ke segmen lain seperti mobil listrik akan menghadirkan tekanan besar kepada para produsen mobil listrik. Karena Apple selama ini dikenal andal dalam menghasilkan produk-produk dan fungsi perangkat yang bagus. Sehingga Apple Car pun nanti diprediksi akan menjadi produk yang bagus pula.

“Tidak dapat disangkal lagi bahwa masuknya Apple ke industri otomotif akan menimbulkan tekanan kepada seluruh industri ini, untuk meningkatkan produknya dari sisi pengalaman konsumen,” ujar Michael Ramsey, wakil presiden dan analis Gartner untuk otomotif dan smart mobility.

Ekosistem yang dimiliki Apple, tambah dia, akan dengan mudah diintegrasikan ke dalam Apple Car. Di dunia saat ini, menurut dia, hanya Google yang dapat mengimbangi Apple dari sisi tersebut.

“Berarti persaingan makin keras. Dari sisi penjualan bakal sangat keras. Ini juga kompetisi yang akan melibatkan kekuangan dana,” ujar Stephanie Brinley, analis otomotif IHS Markit, seperti dikutip CNBC, akhir pekan lalu.

Sumber-sumber mengatakan bahwa Apple dan Hyundai-Kia secara tentatif akan masuk masa produksi mobil listrik tersebut pada 2024. Mobil akan dibuat di pabrik Kia di Georgia, Amerika Serikat (AS). Namun kedua perusahaan belum mencapai kesepakatan. Sumber-sumber itu menambahkan bahwa Apple bisa saja bekerja sama dengan produsen otomotif yang lain, di samping dengan Hyundai-Kia.

Teknologi Apple sudah terpasang di jutaan kendaraan saat ini. Peranti lunak Apple CarPlay saat ini menjadi otak di balik layar hiburan di berbagai merek kendaraan.

Tapi bertindak sebagai produsen dan penjual kendaraan, walaupun bermitra dengan produsen seperti Hyundai-Kia, tidak akan segampang masuk ke segmen produk konsumsi. Karena otomotif adalah industri padat modal dengan jangka waktu yang panjang, regulasi keselamatan yang lebih ketat, dan marginnya jauh lebih tipis dibandingkan produk-produk elektronik konsumsi.

“Tidak akan mudah bagi Apple untuk masuk ke ranah ini. Industri ini sangat kompleks dan tidak akan menjadi sebaliknya hanya karena (produsennya) Apple,” ujar Brinley.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN