Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang pria bekerja di restoran yang ditutup, di sebuah mal di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, pada 5 Februari 2021, menyusul aturan baru yang ditetapkan oleh Kementerian Dalam Negeri untuk mengekang lonjakan kasus Covid-19 baru-baru ini. ( Foto: Fayez Nureldine / AFP )

Seorang pria bekerja di restoran yang ditutup, di sebuah mal di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, pada 5 Februari 2021, menyusul aturan baru yang ditetapkan oleh Kementerian Dalam Negeri untuk mengekang lonjakan kasus Covid-19 baru-baru ini. ( Foto: Fayez Nureldine / AFP )

Arab Saudi Kembali Terapkan Pembatasan

Jumat, 5 Februari 2021 | 07:28 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

RIYADH, investor.id – Pemerintah Arab Saudi pada Kamis (4/2) menutup pusat hiburan termasuk bioskop dan menutup sementara layanan makan di restoran. Pihaknya memperketat pembatasan virus corona di tengah lonjakan penularan.

Kerajaan menangguhkan semua acara dan pesta, termasuk pernikahan di ruang perjamuan atau hotel selama 30 hari. Pengumuman ini disampaikan Kementerian Dalam Negeri dalam pernyataan yang dirilis oleh Agen Pers resmi Saudi.

Langkah pembatasan juga menghentikan semua kegiatan hiburan, termasuk bioskop dan ruang permainan serta menutup sementara layanan makan di di semua restoran dan kafe selama 10 hari. Pihaknya memperingatkan, penangguhan dapat diperpanjang.

Kementerian itu menjelaskan, langkah-langkah yang berlaku mulai pukul 10.00 Kamis, bertujuan untuk mencegah wabah gelombang kedua dari pandemi.

Pengumuman itu muncul setelah Menteri Kesehatan Arab Saudi Tawfiq Al Rabiah mengingatkan pada Minggu (31/1), pembatasan virus corona baru dapat diberlakukan jika warga dan penduduk tidak mematuhi pembatasan kesehatan.

"Kami telah melihat dalam beberapa hari terakhir peningkatan yang nyata dan terus-menerus dalam infeksi virus corona," Tawfiq al-Rabiah mengatakan dalam sebuah pesan video, menyalahkan pertemuan dan penegakan tindakan pencegahan yang lemah. Demikian dikutip dari AFP.

"Kurangnya kepatuhan tidak diragukan lagi akan memaksa kami melakukan langkah-langkah untuk melindungi masyarakat," tambahnya, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Pada Rabu, Pemerintah Saudi menangguhkan izin masuk dari 20 negara, mulai dari beberapa negara tetangga hingga Amerika Serikat (AS), dalam upaya mengekang lonjakan penularan.

Pemerintah Saudi telah melaporkan hampir 369.000 kasus virus corona dan hampir 6.400 kematian, tertinggi di antara negara-negara Teluk Arab. Infeksi harian turun di bawah 100 pada awal Januari, dari puncaknya hampir 5.000 kasus pada Juni 2020.

Namun, infeksi harian baru meningkat tiga kali lipat sejak itu, dengan 306 kasus dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan pada Rabu.

Otoritas telah meluncurkan kampanye vaksinasi virus corona pada 17 Desember, setelah menerima pengiriman pertama vaksin Pfizer-BioNTech.

Kementerian Kesehatan mengatakan, program itu akan diluncurkan dalam tiga tahap. Dimulai dengan orang-orang berusia di atas 65 tahun dan mereka yang menderita penyakit kronis, atau yang berisiko tinggi terinfeksi.

Tetapi bulan lalu kementerian mengatakan, pihaknya terpaksa memperlambat peluncuran karena penundaan pengiriman vaksin.

Larangan Masuk

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri mengumumkan penangguhan sementara dari negara lain, berlaku mulai pukul 21.00 Rabu, menurut kantor berita Saudi Press Agency.

Larangan itu berlaku untuk negara tetangga Mesir dan Uni Emirat Arab (UEA), dan di wilayah yang lebih luas, ke Lebanon dan Turki.

Di Eropa, larangan tersebut mencakup Inggris, Prancis, Jerman, Irlandia, Italia, Portugal, Swedia, dan Swiss.

Di tempat lain, serta AS, ini berlaku untuk Argentina, Brasil, Pakistan, India, Indonesia, Jepang, Pakistan, dan Afrika Selatan.

Warga negara Saudi, serta diplomat dan petugas kesehatan yang berasal dari negara-negara tersebut, akan diizinkan memasuki kerajaan sesuai dengan tindakan pencegahan.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN