Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perwakilan Dagang Amerika Serikat (AS) Katherine Tai. ( Foto: Sarah Silbiger / POOL / AFP )

Perwakilan Dagang Amerika Serikat (AS) Katherine Tai. ( Foto: Sarah Silbiger / POOL / AFP )

AS akan Bantu Ketersediaan Bahan Baku Vaksin

Sabtu, 8 Mei 2021 | 06:58 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

PARIS, investor.id - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mendukung rencana untuk membuka perdagangan bahan baku yang digunakan untuk membuat vaksin Covid-19. Sebelumnya, AS juga mengumumkan dukungan terhadap pelepasan hak paten atas vaksin Covid-19.

Hingga baru-baru ini, AS berkukuh untuk memblokir ekspor bahan baku vaksin. Perwakilan Perdagangan AS (USTR) Katherine Tai mengatakan pada Rabu (6/5) bahwa Pemerintah AS akan berupaya untuk meningkatkan bahan mentah yang dibutuhkan untuk memproduksi vaksin tersebut.

Penegasan itu terselip di bagian bawah pernyataan yang mengungkapkan perubahan luar biasa posisi pemerintah AS atas paten vaksin Covid-19. Dua pernyataan ini keluar bertepatan dengan terjadinya kekurangan dosis di negara-negara berkembang, pada saat kasus infeksi Covid-19 kembali melonjak di beberapa negara.

Namun perdebatan hukum dan kebijakan ekonomi yang panjang kemungkinan akan berlangsung tentang pelepasan hak paten vaksin, terutama di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Sementara itu, beberapa laboratorium yang kesulitan mendapatkan komponen untuk pembuatan vaksin bakal menghalangi peningkatan produksi tersebut. Dua laboratorium yang baru-baru ini berbicara tentang kesulitannya itu menyalahkan pintu otoritas di pihak AS.

Curevac dari Jerman menyatakan tidak dapat mengamankan pasokan bahan tertentu dari AS. Beberapa hari sebelumnya, Serum Institute India yang adalah produsen vaksin terbesar di dunia, menyerukan agar Presiden AS Joe Biden turun tangan.

"Yang terhormat @POTUS, jika kita benar-benar bersatu untuk mengalahkan virus ini, atas nama industri vaksin di luar AS, saya dengan rendah hati meminta Anda untuk mencabut embargo ekspor bahan mentah dari AS sehingga produksi vaksin bisa meningkat," tulis Presiden Serum Institute Adar Poonawalla via media sosial Twitter belum lama ini.

Walaupun tidak ada embargo nyata atas ekspor komponen vaksin, tapi Biden seperti pendahulunya Donald Trump menggunakan Undang-Undang (UU) Produksi Pertahanan, yang biasanya menyangkut masa perang, untuk menghadapi pandemi.

Meskipun tidak secara eksplisit melarang ekspor, ia menempatkan pemerintah AS sebagai yang pertama dalam antrean untuk membeli produk tertentu yang dibuat di dalam negeri. Para pejabat AS sebelumnya telah mengecilkan kemungkinan efek hukum terhadap produksi vaksin global.

"Ada lebih banyak manufaktur global di mana-mana di dunia, daripada yang bisa didukung pemasok saat ini," seorang pejabat AS mengatakan pada briefing di Gedung Putih akhir bulan lalu.

Selama dua bulan terakhir, sejumlah aktor publik dan swasta mencatat menyusutnya pasokan komponen yang dibutuhkan untuk memproduksi vaksin.

Setidaknya ada 50 komponen, mungkin sebanyak 100 komponen yang dibutuhkan untuk pembuatan vaksin. Itu termasuk barang-barang seperti botol kaca untuk mengirimkannya serta jenis plastik tertentu yang diperlukan sebagai wadah yang digunakan dalam proses pembuatan.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN