Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Katherine Tai menyampaikan sambutan setelah diperkenalkan Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden sebagai calon Perwakilan Dagang AS berikutnya, di Teater Queen, Wilmington, Delaware, AS, pada 11 Desember 2020. ( Foto: Chip Somodevilla / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP )

Katherine Tai menyampaikan sambutan setelah diperkenalkan Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden sebagai calon Perwakilan Dagang AS berikutnya, di Teater Queen, Wilmington, Delaware, AS, pada 11 Desember 2020. ( Foto: Chip Somodevilla / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP )

AS Belum Siap Cabut Tarif atas Tiongkok

Selasa, 30 Maret 2021 | 06:37 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Perwakilan Dagang baru AS Katherine Tai menyatakan negaranya belum siap mencabut tarif impor Tiongkok. Namun tetap terbuka untuk melakukan pembicaraan dengan Negeri Tirai Bambu itu.

Tai – yang penunjukkannya telah mendapat konfirmasi di awal bulan ini – menuturkan kepada surat kabar The Wall Street Journal, dia memahami kebijakan tarif itu telah memukul beberapa perusahaan dan konsumen Amerika, tetapi hal itu juga dapat melindungi bisnis.

Saat itu, presiden Donald Trump pada Januari 2020 menandatangani kesepakatan antara Tiongkok dan AS menyusul perang dagang merugikan yang berakibat pemberlakuan tarif oleh kedua belah pihak.

“Saya telah mendengar orang-orang berkata, 'Tolong cabut saja tarif ini,'” ujar Tai (47 tahun) kepada WSJ dalam sebuah wawancara yang diterbitkan Minggu (28/3) waktu setempat dan yang dikutip AFP pada Senin (29/3).

Namun sebagai mantan pengacara perdagangan, Tai memperingatkan bahwa pemungutan tarif tiba-tiba dapat membahayakan ekonomi AS. Kecuali jika pembalikan kebijakan telah dikomunikasikan sedemikian rupa sehingga para pelaku ekonomi dapat melakukan penyesuaian.

Menurut Tai, sangat penting bagi perusahaan, pedagang, pabrikan, atau pekerjanya untuk dapat merencanakan masa depan.

Tai menambahkan kepada WSJ, dia menyadari tarif telah merugikan beberapa bisnis AS. “Mereka telah dikenakan (tarif) untuk memperbaiki situasi perdagangan yang tidak seimbang dan tidak adil,” tuturnya.

Dia juga menunjukkan alasan taktis yang dipegang teguh. “Bahwa tidak ada negosiator yang meninggalkan dukungan, kan?” katanya.

Setiap juru runding yang baik akan tetap membuka semua pilihan yang tersedia.

Di sisi lain, Tai telah membahas praktik perdagangan Tiongkok dalam perbincangan dengan para menteri Jepang. Dalam sidang dengar pendapat konfirmasinya, Tai menyatakan mendukung tinjauan holistik di Tiongkok.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN